Denny Siregar Production Garap EMMY, Film Sejarah dengan Sentuhan Romance


JAKARTA — Denny Siregar Production kembali menghadirkan karya berbasis sejarah melalui proyek terbarunya yang bertajuk EMMY.

Berbeda dari karya-karya terdahulu yang kental dengan tensi konflik politik dan adegan aksi intens, rumah produksi ini memilih pendekatan baru yang lebih hangat, humanis, serta berbalut romansa.

Rumah produksi yang sukses menggaet lebih dari 2,45 juta penonton lewat film Sayap Sayap Patah ini sebelumnya lekat dengan film-film bertempo mendalam dan sarat drama kemanusiaan tanpa kompromi, seperti dalam Kupu Kupu Kertas serta Tanah Runtuh.

Namun, memasuki proyek layar lebar ke-6 ini, Denny Siregar Production melakukan transformasi cara bercerita (storytelling). Tanpa menanggalkan ingatan sejarah bangsanya, EMMY dirancang dengan formula baru yang lebih inklusif, emosional, dan relatable bagi lintas generasi penonton.

Produser Denny Siregar menyebut langkah tersebut sebagai bentuk kedewasaan rumah produksinya dalam membaca dinamika perfilman nasional dan merespons keinginan penonton.

“Kami mendengarkan dinamika dan keinginan penonton. Jika sebelumnya kami banyak berfokus pada dinamika konflik, bobot politik-sejarah yang kompleks, dan aksi yang padat, lewat film EMMY kami ingin memberikan ruang yang lebih besar pada porsi romance, empati, dan sisi kemanusiaan,” ujar Denny Siregar dalam keterangan resmi yang diterima VOI, Senin, 28 September.

“Sejarah tidak hanya dibangun oleh bentrokan dan peperangan, tetapi juga oleh cinta, pengorbanan, dan pilihan-pilihan personal yang menyentuh hati,” lanjutnya menambahkan.

Diangkat dari kisah nyata pahlawan nasional perempuan, film EMMY mengisahkan perjuangan Emmy Saelan sebagai seorang perawat sekaligus pejuang garda depan.

Karakter Emmy dipercayakan kepada aktris Cut Beby Tsabina yang akan beradu akting dengan Samo Rafael sebagai Bote. Deretan aktor pendukung lain yang ikut memperkuat proyek ini antara lain Aji Santosa, Moh. Iqbal Sulaiman, hingga Vincent Verhaag.

Proses produksi film EMMY diarahkan oleh sutradara Emil Heraldi dengan skenario garapan Evelyn Afnilia. Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan wajah baru sinema sejarah yang tetap tangguh secara narasi, namun jauh lebih menyentuh lewat dinamika cinta dan pengorbanan para karakternya.

Film EMMY dijadwalkan tayang serentak di bioskop-bioskop seluruh Indonesia pada 2027 mendatang.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *