Anggota Kongres AS Pertanyakan Keputusan Apple Hapus ICEBlock


JAKARTA – Apple kembali menghadapi pertanyaan mengenai keputusan menghapus aplikasi ICEBlock dari App Store pada 2025. Anggota DPR Amerika Serikat, Jamie Raskin, mempertanyakan alasan perusahaan tersebut dan meminta penjelasan lebih lanjut mengenai kemungkinan tekanan pemerintah terhadap penghapusan aplikasi yang digunakan untuk melaporkan aktivitas petugas imigrasi.

Menurut laporan CNN pada 29 September 2026, Raskin mengirimkan surat kepada Apple pada pekan ini untuk mempertanyakan kembali penjelasan perusahaan mengenai penghapusan ICEBlock dan sejumlah aplikasi serupa. Persoalan tersebut berkaitan dengan penyelidikan mengenai peran Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) dalam penghapusan aplikasi dari toko aplikasi Apple dan Google serta dampaknya terhadap kebebasan berbicara yang dilindungi konstitusi.

ICEBlock merupakan salah satu aplikasi populer yang memungkinkan pengguna melaporkan dan melacak aktivitas petugas Immigration and Customs Enforcement (ICE) di sekitar lokasi mereka. Popularitas aplikasi tersebut meningkat pesat di tengah kebijakan pengetatan imigrasi pada masa pemerintahan Presiden Donald Trump.

Dalam beberapa pekan, jumlah pengguna ICEBlock meningkat dari sekitar 20.000 menjadi kurang lebih satu juta orang.

Meningkatnya popularitas aplikasi itu kemudian menarik perhatian pemerintah AS. Jaksa Agung saat itu, Pam Bondi, secara terbuka meminta Apple menghapus ICEBlock. Bondi juga memperingatkan pengembang aplikasi tersebut bahwa ia berpotensi menghadapi tuntutan hukum.

Apple akhirnya menghapus ICEBlock dan sejumlah aplikasi serupa dari App Store pada Oktober 2025, setelah mendapat tekanan dari Departemen Kehakiman AS. Perusahaan menyatakan keputusan tersebut didasarkan pada kekhawatiran mengenai keselamatan agen federal.

Penghapusan itu terjadi tidak lama setelah seorang pria bersenjata menyerang fasilitas ICE di Dallas. Serangan tersebut menewaskan dua orang tahanan. Otoritas federal menggambarkan insiden itu sebagai kekerasan terarah terhadap ICE.

Keputusan Apple kemudian memicu penyelidikan Raskin mengenai kemungkinan pemerintah Trump menekan Apple dan Google untuk menghapus aplikasi pelacak petugas ICE. Penyelidikan tersebut juga menyoroti dampak penghapusan aplikasi terhadap kebebasan berbicara yang dilindungi Amandemen Pertama Konstitusi AS.

Dalam surat yang dikirimkan kepada Raskin pada Juli 2026, Apple menjelaskan alasan penghapusan ICEBlock dan aplikasi sejenis. CNN melaporkan bahwa surat tersebut belum pernah dipublikasikan sebelumnya.

Apple menyatakan keputusan itu dipicu oleh kekhawatiran mengenai keselamatan petugas, termasuk kekhawatiran yang disampaikan pemerintahan Trump setelah penembakan di Dallas.

Menurut laporan tersebut, Apple sebelumnya menyetujui ICEBlock untuk tersedia di App Store pada April 2025. Persetujuan diberikan setelah pengembangnya, Joshua Aaron, menangani sejumlah persoalan privasi pengguna yang menjadi perhatian Apple.

Namun, perusahaan terus memantau pemberitaan dan kritik terhadap aplikasi tersebut selama beberapa bulan berikutnya. Apple kemudian memutuskan menghapus ICEBlock dan aplikasi serupa setelah menilai aplikasi tersebut melanggar pedoman App Store.

Apple secara khusus menyoroti penyediaan informasi lokasi petugas ICE secara terperinci. Menurut perusahaan, informasi tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk melakukan serangan yang menargetkan petugas.

Apple juga merujuk pada kekhawatiran Pam Bondi setelah penembakan di Dallas. Selain itu, perusahaan menyebut pernyataan Direktur FBI Kash Patel yang mengatakan bahwa pelaku penembakan telah mencari aplikasi untuk melacak lokasi petugas ICE.

Kombinasi kekhawatiran tersebut dan apa yang disebut Apple sebagai peningkatan aktivitas ICE serta ancaman terhadap para petugas mendorong perusahaan melakukan peninjauan ulang terhadap ICEBlock.

Namun, Raskin mempertanyakan apakah alasan tersebut cukup untuk membenarkan penghapusan aplikasi dari App Store.

Dalam surat tanggapannya yang dikirim pada Senin, Raskin menyatakan keputusan Apple menimbulkan pertanyaan mengenai hubungan perusahaan dengan pemerintah dalam pembatasan kebebasan berbicara pengguna.

CNN mengutip pernyataan Raskin yang menilai langkah tersebut mengindikasikan bahwa Apple mungkin bekerja sama dengan pemerintah untuk melanggar hak Amandemen Pertama pelanggan dalam merekam dan melaporkan aktivitas pemerintah mereka sendiri.

Raskin juga membantah bahwa penembakan di Dallas menjadi alasan yang cukup untuk menghapus ICEBlock. Ia berpendapat, pelaku tidak memerlukan aplikasi pelacak petugas ICE untuk menemukan fasilitas pemerintah yang lokasinya tetap.

Menurut Raskin, pelaku dilaporkan menemukan alamat fasilitas tersebut menggunakan aplikasi yang sudah tersedia secara bawaan pada perangkat Apple.

Selain itu, Raskin menyoroti keberadaan aplikasi navigasi lain yang masih tersedia di App Store meskipun menyediakan informasi waktu nyata mengenai lokasi aparat penegak hukum.

Atas dasar itu, ia meminta Apple melakukan peninjauan independen yang baru terhadap keputusan penghapusan ICEBlock dan aplikasi sejenis.

Raskin juga meminta perusahaan memberikan daftar lengkap aplikasi yang dihapus dari App Store sebagai tanggapan atas kekhawatiran yang disampaikan Departemen Kehakiman AS.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *