JAKARTA – Guna memperkuat upaya pelindungan bagi WNI di Jepang dari aspek kesehatan mental, KBRI Tokyo menyelenggarakan seminar dan workshop bertajuk “Mental Health Care 101: Mengelola Stres, Cemas, Depresi, dan Burnout di Jepang” yang menghadirkan dr. Ekachaeryanti Zain, Sp.KJ, Ph.d (dr. Eka), psikiater WNI dan asisten profesor dari Niigata University pada Hari Rabu.
Kegiatan ini diselenggarakan setelah mencermati peningkatan kasus-kasus kesehatan mental di kalangan WNI di Jepang.
Dalam catatan KBRI Tokyo, terdapat kasus-kasus terkait kesehatan mental yang memerlukan penanganan medis serius bahkan ada yang melakukan bunuh diri.
“KBRI menyelenggarakan kegiatan ini sebagai upaya pencegahan dan pengelolaan masalah kesehatan mental di kalangan WNI di Jepang,” jelas jelas Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Tokyo Dara Yusilawati, melansir keterangan KBRI Tokyo (25/9).
“Banyak orang tidak tahu bahwa tinggal dan bekerja di Jepang memiliki tantangan tersendiri. Banyak WNIkita yang sukses bekerja di Jepang, namun tidak sedikit pula yang membutuhkan bantuan,” lanjutnya.
“Salah satu kendala yang dihadapi WNI dalam penanganan kesehatan mental adalah bahasa. Tidak sedikit WNI yang menyampaikan kesulitan untuk melakukan konsultasi psikologi di Jepang karena harus mengungkapkan masalah mereka dalam bahasa Jepang, KBRI merasa beruntung bertemu dengan Dr. Eka karena berbahasa Indonesia,” tandas Dara.
Sementara itu, Eka, yang telah tinggal di Jepang selama lima tahun, memaparkan kiat-kiat menjaga kesehatan mental, memandu self screening kesehatan mental, serta memberikan informasi terkait cara mengakses bantuan di Jepang.
Empat isu utama yang dipaparkannya yakni: stress, burn out, cemas dan depresi. Selain itu, WNI yang hadir juga diperbolehkan untuk berbagi tentang permasalahan yang dihadapinya.
Seminar dan workshop ini mendapat antusias dari sejumlah WNI yang hadir yang menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat dan sangat dibutuhkan oleh WNI yang menetap di Jepang.
Hal ini mengingat beratnya tantangan yang mereka hadapi. Banyak dari peserta merasa lega setelah menyampaikan keluh kesah, serta mendapatkan masukan dari dr. Eka.
Pada sesi sharing session, beberapa permasalahan yang dihadapi oleh WNI di Jepang diantaranya adalah tekanan dari atasan dan rekan kerja yang menyebabkan cemas berlebihan dan burnout; kesulitan bahasa dan adaptasi budaya; masalah keluarga di luar pekerjaan; dan rasa kesepian, stres, cemas, dan kehilangan semangat hidup.
Untuk diketahui, KBRI Tokyo per Agustus 2026, telah menangani sedikitnya 21 kasus terkait kesehatan mental. Angka ini belum mencerminkan kondisi sesunguhnya di lapangan.
Banyak juga kasus-kasus serupa ditangani oleh KJRI Osaka, perusahaan-perusahaan pengirim tenaga kerja, atau komunitas masyarakat Indonesia yang ada di Jepang
KBRI Tokyo berharap kegiatan ini dapat menjadi upaya pencegahan untuk masalah kesehatan mental di kalangan WNI di Jepang, serta bermanfaat khususnya untuk mengidentifikasi masalah kesehatan mental yang dihadapi WNI, apa yang perlu dilakukan dan kemana mencari bantuan.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
