JAKARTA – Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Mohammad Guruh Irianto Sukarnoputra. SBY mengenang almarhum sebagai putra terbaik bangsa yang memberikan kontribusi besar, khususnya di bidang seni dan budaya.
SBY melayat ke tempat persemayaman Guruh Sukarnoputra di Jakarta pada Sabtu. Dalam kesempatan tersebut, ia membagikan kenangan berkesan saat pernah memamerkan lukisan bersama adik dari Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri itu sekitar dua tahun lalu.
“Beliau seorang realis dengan karyanya yang luar biasa. Saya juga belajar menjadi realis-impresionis,” ujar SBY di Jakarta.
Diskusi Seni dan Budaya di Istana Negara
SBY menceritakan bahwa hubungannya dengan Guruh terjalin hangat. Saat masih menjabat sebagai presiden, SBY sempat mengundang Guruh Soekarnoputra ke Istana Negara untuk berdiskusi mengenai pembangunan bangsa melalui pendekatan kebudayaan.
“Bukan di bidang politik, tetapi apa yang bisa dilakukan bangsa ini melalui pendekatan budaya, pendekatan seni. Sangat-sangat menarik,” kenang SBY.
Selain kiprahnya di dunia seni, SBY juga mengapresiasi pengabdian Guruh di panggung politik sebagai anggota parlemen yang setia dan sabar mendengarkan aspirasi masyarakat.
“Sungguh peran yang tidak boleh kita lupakan. Hari ini, kita mesti mengucapkan selamat jalan kepada Mas Guruh. Dengan iringan doa, semoga Allah SWT menerimanya dan hidup tenang di sisi-Nya,” ucap SBY.
Profil Singkat Guruh Sukarnoputra
Mohammad Guruh Irianto Sukarnoputra mengembuskan napas terakhir pada Sabtu pagi pukul 04.16 WIB di Rumah Sakit MRCCC Siloam Semanggi, Jakarta, pada usia 73 tahun.
Lahir di Jakarta pada 13 Januari 1953, Guruh merupakan putra bungsu dari pasangan Presiden pertama RI Soekarno dan Fatmawati. Sepanjang hidupnya, ia dikenal luas sebagai maestro seni yang melahirkan banyak mahakarya, mulai dari lagu, pergelaran tari, hingga karya lukis.
Di bidang politik, Guruh tercatat pernah bertugas sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI pada periode 1992–1997 dan 1999–2024.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
