MEDAN – Setelah 56 tahun beroperasi di Sumatera Utara, lokomotif diesel BB302 kini hanya menyisakan satu unit yang masih aktif. Lokomotif buatan Jerman Barat itu tidak lagi menarik rangkaian kereta penumpang maupun barang, tetapi masih digunakan untuk memindahkan gerbong di area stasiun.
Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional I Sumatera Utara Anwar Yuli Prastyo mengatakan lokomotif BB302 memiliki peran penting dalam peralihan kereta api dari tenaga uap ke mesin diesel.
“BB302 menjadi bagian penting dari sejarah dieselisasi di Sumatera Utara. Lokomotif ini pernah menjadi tulang punggung perjalanan kereta api penumpang maupun barang, sekaligus menjadi identitas sarana perkeretaapian di wilayah ini,” kata Anwar di Medan, dikutip dari Antara, Sabtu, 26 September.
Lokomotif BB302 pertama kali didatangkan Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA) pada 1970, lima tahun setelah lokomotif diesel pertama hadir di Sumatera Utara pada 1965.
Saat itu, BB302 didatangkan untuk memperkuat pengangkutan komoditas perkebunan. Dari enam unit yang diproduksi Henschel, Jerman Barat, untuk Indonesia, seluruhnya ditempatkan di Sumatera Utara.
Setelah sekitar 25 tahun melayani angkutan penumpang dan barang, keenam lokomotif tersebut menjalani modernisasi pada periode 1998–2000.
Peremajaan dilakukan dengan mengganti mesin asli Maybach Mercedes-Benz menjadi mesin MTU (Motoren- und Turbinen-Union). Penggantian tersebut meningkatkan tenaga lokomotif dari 900 menjadi 1.200 daya kuda atau horsepower (HP).
Setelah dimodernisasi, BB302 memiliki kecepatan maksimum 80 kilometer per jam. Penggantian mesin juga dilakukan untuk memperpanjang masa operasionalnya.
Kini, dari enam unit yang pernah beroperasi, hanya BB3027001 yang masih aktif di wilayah KAI Divre I Sumatera Utara.
Lokomotif tersebut bertugas sebagai sarana langsir, yakni memindahkan dan menyusun gerbong di area stasiun.
Penampilannya juga berbeda dari lokomotif modern. BB3027001 masih menggunakan corak kuning dan hijau bergaya klasik yang identik dengan era Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA).
KAI Divre I Sumatera Utara terus merawat lokomotif tersebut agar tetap dapat digunakan sekaligus mempertahankan salah satu peninggalan sejarah perkeretaapian nasional.
“Hadirnya BB302 yang kini bertugas untuk dinas langsir menjadi pengingat perjalanan panjang modernisasi perkeretaapian di Sumatera Utara,” ujar Anwar.
Ia mengatakan KAI berkomitmen menjaga lokomotif bersejarah itu karena hingga kini masih memberikan manfaat bagi kegiatan operasional perkeretaapian.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
