JAKARTA – Dua hingga tiga bulan sebelum meninggal dunia, Guruh Sukarnoputra masih menyempatkan diri menemui Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Keduanya berdiskusi mengenai perkembangan seni dan strategi pemajuan kebudayaan nasional di kantor Kementerian Kebudayaan.
Pertemuan terakhir itu dikenang Fadli saat menghadiri pemakaman Guruh di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta Pusat, Sabtu, 26 September 2026.
Fadli mengatakan dirinya telah mengenal dan kerap berdiskusi dengan putra bungsu Presiden Soekarno tersebut selama belasan tahun. Seni, literasi, dan kebudayaan menjadi topik yang sering mereka bicarakan.
“Sekitar 2-3 bulan lalu, saya juga mendapatkan kunjungan kehormatan dari Mas Guruh yang datang ke kantor, kita berdiskusi tentang budaya, kemajuan kebudayaan, dan juga bertukar pikiran terkait memajukan kebudayaan nasional Indonesia,” kata Fadli.
Menurut Fadli, Guruh memiliki perhatian besar terhadap perkembangan kebudayaan Indonesia. Kiprahnya mencakup berbagai bidang, mulai dari musik, seni suara, tari, teater, hingga seni pertunjukan.
Salah satu kontribusinya adalah mendirikan Swara Mahardika pada era 1970-an. Kelompok kesenian tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang Guruh dalam mengembangkan seni pertunjukan Indonesia.
“Mas Guruh Soekarnoputra adalah seniman yang banyak sekali karyanya di berbagai bidang, baik dari seni suara, musik, tari, teater, dan juga berbagai macam seni pertunjukan,” ujar Fadli.
Selain dikenal sebagai seniman, Guruh juga memiliki kegemaran membaca. Fadli mengenangnya sebagai pencinta buku yang memiliki koleksi perpustakaan cukup lengkap di kediamannya.
“Sejak belasan tahun yang lalu, saya sering berdiskusi, berdialog tentang seni dan budaya, sekaligus beliau ini juga pencinta buku, pencinta literasi, mempunyai perpustakaan yang cukup lengkap,” katanya.
Guruh meninggal dunia pada Sabtu pagi, 26 September 2026, dalam usia 73 tahun. Jenazahnya dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat.
Prosesi pemakaman dihadiri Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri bersama keluarga besar Soekarno.
Sejumlah pejabat dan tokoh ikut mengantarkan Guruh ke tempat peristirahatan terakhirnya. Mereka antara lain Menteri Agama Nasaruddin Umar, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, serta Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.
Hadir pula mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan mantan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. Fadli didampingi Inspektur Jenderal Kementerian Kebudayaan Fryda Lucyana.
Dalam pertemuan terakhirnya dengan Fadli, Guruh masih membicarakan perkembangan seni dan pemajuan kebudayaan nasional, bidang yang telah digelutinya selama puluhan tahun.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
