JAKARTA – Volkswagen Tiguan SEL R-Line Turbo 2026 resmi masuk dalam armada uji jangka panjang Car and Driver untuk menempuh pengujian sejauh 40.000 mil atau sekitar 64.374 km.
Varian ini menarik perhatian karena Volkswagen membekali Tiguan dengan mesin 2.0 liter turbo empat silinder EA888 yang menghasilkan tenaga 268 hp. Mesin tersebut menjadi jawaban atas kritik terhadap Tiguan generasi sebelumnya yang dinilai kurang responsif dengan mesin standar 201 hp.
Pada generasi terbaru, Volkswagen tidak hanya meningkatkan performa, tetapi juga menghadirkan kabin dengan nuansa yang lebih mewah. Tiguan SEL R-Line Turbo menjadi satu-satunya varian yang saat ini mendapatkan mesin bertenaga 268 hp sekaligus sistem penggerak semua roda atau AWD.
Dengan harga mulai US$44.560 atau sekitar Rp789,9 juta, varian tertinggi ini menawarkan sejumlah fitur yang biasanya ditemukan pada SUV premium. Perlengkapannya mencakup layar infotainment 15 inci dengan navigasi terintegrasi, kamera pandangan sekeliling, serta jok depan elektrik yang dilengkapi pemanas, pendingin, dan fungsi pijat.
Sebagai pembanding, Audi Q5 2026 dibanderol mulai US$54.195 atau sekitar Rp960,8 juta. Bahkan Q5 tidak menawarkan jok dengan fungsi pijat pada varian standarnya. Fitur tersebut baru tersedia pada Audi SQ5 dengan mesin enam silinder dalam trim Prestige yang hampir lengkap, dengan harga US$72.695 atau sekitar Rp1,29 miliar.

Nuansa premium Tiguan semakin terasa melalui penggunaan panel kayu berpori terbuka, pelapis kulit, serta sistem pendingin udara otomatis tiga zona. Fitur tersebut menggantikan sistem dua zona yang digunakan pada varian Tiguan lainnya.
Ruang penumpang belakang juga disebut luas, sementara kombinasi berbagai fitur membuat interior Tiguan SEL R-Line Turbo terasa lebih dekat dengan SUV crossover mewah berukuran serupa.
Untuk eksterior, kesan tersebut tidak terlalu kuat. Desain Tiguan dinilai cenderung generik. Namun, kombinasi warna Avocado Green dengan atap hitam pada unit pengujian memberikan tampilan yang lebih menarik.

Pilihan warna tersebut menambah US$850 atau sekitar Rp15,1 juta pada harga kendaraan. Sementara berbagai aksesori, termasuk kaca spion tengah dengan peredupan otomatis dan HomeLink, karpet karet, pelindung bumper belakang, serta perlengkapan bantuan darurat di jalan menambah US$860 atau sekitar Rp15,2 juta.
Dengan seluruh tambahan tersebut, harga unit yang diuji mencapai US$46.170 atau sekitar Rp818 juta.
Performa mesin 268 hp menjadi salah satu daya tarik utama Tiguan SEL R-Line Turbo. Dalam pengujian di lintasan, SUV ini mampu berakselerasi dari 0 hingga 60 mph atau sekitar 97 km/jam dalam 6,6 detik dan menyelesaikan seperempat mil dalam 15 detik.
Angka tersebut masing-masing 1,9 detik dan 1,3 detik lebih cepat dibandingkan Tiguan dengan mesin bertenaga lebih rendah yang sebelumnya diuji.
Mesin tersebut menghasilkan torsi 258 lb-ft atau sekitar 350 Nm, tersedia mulai 1.900 rpm. Angka ini 37 lb-ft atau sekitar 50 Nm lebih besar dibandingkan Tiguan AWD dengan output lebih rendah.

Tenaga disalurkan melalui transmisi otomatis delapan percepatan yang disebut bekerja halus dan responsif. Dalam pengujian akselerasi saat melaju, Tiguan mampu berakselerasi dari 30 hingga 50 mph atau sekitar 48-80 km/jam dalam 3,3 detik. Dari 50 hingga 70 mph atau sekitar 80-113 km/jam, waktunya 4,5 detik.
Sebagai pembanding, Audi Q5 dalam pengujian serupa membutuhkan waktu 0,6 detik lebih lama untuk akselerasi 30-50 mph dan 0,3 detik lebih lama untuk 50-70 mph.
Padahal, Audi tersebut memiliki torsi lebih besar, yakni 295 lb-ft atau sekitar 400 Nm, serta menggunakan transmisi kopling ganda yang dikenal memiliki perpindahan gigi cepat.
Meski memiliki performa yang cukup kuat, Volkswagen Tiguan SEL R-Line Turbo belum dapat dianggap sebagai versi SUV dari Golf GTI. Mobil ini menggunakan ban Pirelli Scorpion Zero all-season berukuran 20 inci dan menghasilkan gaya lateral 0,78 g dalam pengujian skidpad.
Untuk berhenti dari kecepatan 70 mph atau sekitar 113 km/jam, Tiguan membutuhkan jarak 176 kaki atau sekitar 53,6 meter.
Penguji juga mempertimbangkan penggunaan ban dengan daya cengkeram lebih tinggi dalam pengujian berikutnya. Namun, perubahan tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi kenyamanan suspensi yang sudah tergolong kaku sekaligus konsumsi bahan bakar.
Selama 4.946 mil atau sekitar 7.960 km pertama pengujian, Tiguan mencatat konsumsi rata-rata 25 mpg atau sekitar 10,6 km per liter. Tangki bahan bakarnya memiliki kapasitas 15,6 galon atau sekitar 59 liter, dengan jarak tempuh teramati mencapai 390 mil atau sekitar 627 km.
Setelah dua bulan berada dalam armada pengujian, Volkswagen Tiguan SEL R-Line Turbo belum mencatat biaya servis, keausan normal, perbaikan, maupun kerusakan. Seluruhnya masih berada di angka US$0.
Pengujian jangka panjang hingga 40.000 mil akan menjadi penentu bagaimana Tiguan Turbo mempertahankan performa, kenyamanan, konsumsi bahan bakar, dan keandalannya. Untuk sementara, mesin 268 hp dan interior dengan nuansa premium menjadi dua aspek yang paling menonjol dari SUV Volkswagen tersebut.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
