JAKARTA – Voyah Dream 9 akan resmi meluncur di China pada 22 September 2026 sebagai MPV flagship terbaru dari Voyah, merek kendaraan energi baru kelas atas milik Dongfeng. Model ini sebelumnya telah dibuka untuk pemesanan awal dengan harga 429.900 hingga 529.900 yuan, setara sekitar 63.200-77.900 dolar AS, dan mencatat lebih dari 30.000 pesanan yang dapat dikembalikan dalam 48 jam pertama.
Dengan menggunakan kurs sebesar Rp17.665 per dolar AS pada 14 September 2026, kisaran harga tersebut setara sekitar Rp1,12 miliar hingga Rp1,38 miliar. Angka dalam yuan tetap menjadi acuan harga yang diumumkan Voyah.
Voyah menyebut Dream 9 menjadi model pertama yang menggunakan sasis Huju P, yang diklaim sebagai sasis cerdas pertama yang dikembangkan secara mandiri di China dan dirancang khusus untuk MPV flagship.
Dari sisi desain, Voyah Dream 9 memiliki gril krom vertikal bergaya Dragon Scale di bagian depan. Mobil ini juga dilengkapi ornamen kap mesin bercahaya yang dapat disembunyikan serta lampu proyeksi pintar Huawei Xpixel. Pilihan eksterior tersedia dalam enam warna, yakni Amber Gold, Imperial Red, Sunset Purple, Iris White, Obsidian Black, dan Moonbeam Cyan.
Dream 9 memiliki panjang 5.325 mm, lebar 1.998 mm, tinggi 1.805 mm, serta jarak sumbu roda 3.200 mm. Dimensi tersebut menempatkannya sebagai MPV berukuran besar dengan panjang lebih dari 5,3 meter.
Masuk ke kabin, Voyah Dream 9 menggunakan sistem kokpit HarmonySpace6. Baris kedua dibekali kursi yang disebut memiliki spesifikasi kelas penerbangan dengan fitur mode tanpa gravitasi, pijat mekanis, serta kemampuan berputar untuk membentuk konfigurasi tempat duduk saling berhadapan.

Kabin juga menyediakan kulkas terintegrasi, layar lipat, dan meja lipat. Kaca dengan fitur peredupan adaptif tersedia pada baris kedua dan ketiga.
Untuk sistem berkendara cerdas, Dream 9 dibangun dengan arsitektur kecerdasan tingkat L3 dan menggunakan 37 sensor. Perangkat tersebut mencakup satu LiDAR 896 garis serta tiga LiDAR solid-state berpresisi tinggi. Sistem ini digunakan untuk mendukung teknologi berkendara cerdas Huawei Qiankun ADS 5.0.
Dari sisi teknis, seluruh varian Dream 9 menggunakan platform tegangan tinggi 800V. Sistem tersebut mendukung pengisian cepat 5C yang memungkinkan baterai diisi dari 20 persen hingga 80 persen dalam waktu 12 menit.
Voyah menawarkan Dream 9 dalam versi PHEV dan BEV. Versi PHEV menggunakan mesin 1,5 liter turbo yang dipadukan dengan dua motor listrik. Kombinasi tersebut menghasilkan tenaga total 555 kW atau sekitar 744 hp. Model ini menggunakan baterai 65 kWh dengan jarak tempuh listrik murni hingga 300 km berdasarkan standar WLTC.
Sementara itu, versi BEV menggunakan motor listrik depan dan belakang dengan tenaga masing-masing 175 kW atau sekitar 235 hp dan 300 kW atau sekitar 402 hp. Sistem tersebut dipadukan dengan baterai ternary berkapasitas 120 kWh.
Dengan konfigurasi tersebut, Voyah Dream 9 BEV memiliki jarak tempuh hingga 701 km berdasarkan standar CLTC. Jarak tempuhnya tercatat 568 km jika menggunakan standar WLTP.
Salah satu teknologi utama Dream 9 adalah sasis Huju P. Sistem ini menggunakan suspensi independen double wishbone di bagian depan dan suspensi independen lima tautan di belakang yang dilengkapi bushing hidraulis.
Sasis tersebut juga menggunakan suspensi udara tiga ruang dengan empat tingkat pengaturan kekakuan dan rentang penyesuaian hingga 150 persen. Sistem peredam EDC dengan katup ganda diklaim mampu memberikan respons dalam hitungan milidetik.
Untuk meningkatkan kemampuan bermanuver, seluruh varian Dream 9 dilengkapi sistem kemudi roda belakang dua arah dengan sudut hingga 10 derajat. Teknologi tersebut dirancang untuk membantu pengendalian kendaraan meski memiliki panjang lebih dari 5,3 meter.
Voyah merupakan merek kendaraan energi baru kelas atas milik Dongfeng. Model Dream sendiri disebut sebagai produk terlaris Voyah. Versi listrik penuh dari Voyah Dream yang diluncurkan sekitar satu tahun lalu mencatat penjualan sebanyak 5.769 unit di China pada Agustus 2026.
Peluncuran resmi Voyah Dream 9 pada 22 September akan memperkenalkan MPV flagship tersebut ke pasar China dengan pilihan sistem penggerak PHEV dan BEV, platform 800V, serta versi BEV yang menawarkan jarak tempuh hingga 701 km berdasarkan standar CLTC.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
