JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguji level 6.050-6.100, pada perdagangan hari ini, Rabu, 29 Juli, setelah kemarin ditutup melemah 0,89 persen ke level 6.130,5.
Saham sektor properti mengalami koreksi terbesar (3,25 persen), sedangkan sektor barang konsumen primer menjadi satu-satunya sektor yang menguat (0,52 persen).
Phintraco Sekuritas dalam risetnya menjelaskan, harga minyak mentah berlanjut mengalami koreksi setelah diberitakan terjadi pembicaraan antara Iran, Arab Saudi dan Oman mengenai jalur pelayaran Selat Hormuz pada Selasa 28 Juli.
Rupiah kembali ditutup melemah 0,41 persen pada level Rp18.083 per dolar AS di pasar spot, mendekati level terendah sepanjang masa di Rp18.190 per dolar AS. Berlanjutnya tekanan terhadap Rupiah ini dipengaruhi oleh faktor eksternal dan domestik.
Dari eksternal, dipengaruhi oleh berlanjutnya penguatan indeks dolar AS menjelang pertemuan the Fed pada pekan ini.
Sedangkan dari domestik, investor masih bersikap wait and see di tengah meningkatnya ketidakpastian terkait penunjukkan Gubernur Bank Indonesia definitif berikutnya yang dinilai dapat berpengaruh terhadap kebijakan bank sentral ke depannya.
Phintraco Sekuritas menjelaskan, histogram MACD IHSG berlanjut menyempit dan Stochastic RSI melemah di area pivot.
“Sehingga diperkirakan IHSG akan menguji level 6.050-6.100 pada perdagangan Rabu 29 Juli,” tulis Phintraco Sekuritas.
Sementara itu, MNC Sekuritas memperkirakan IHSG akan berada pada area penguatan terdekatnya berada di 6.262-6.299.
MNC Sekuritas merekomendasikan empat saham untuk trading hari ini, yakni ADMR, DSNG, ICBP, dan TPIA.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
