Isi Waduk dengan Hujan Buatan Dinilai Lebih Murah, BMKG Klaim Biaya Hanya Sepersepuluh Manfaatnya


JAKARTA – BMKG menilai operasi modifikasi cuaca untuk menjaga pasokan air waduk dan danau jauh lebih murah dibanding manfaat ekonomi yang dihasilkan.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan salah satu contoh dilakukan di Danau Toba sejak Mei hingga Juni 2026 bersama Perum Jasa Tirta I.

Operasi itu bertujuan menjaga tinggi muka air agar tetap mampu memasok pembangkit listrik tenaga air, kebutuhan pertanian, dan air baku.

“Investasinya sekitar 10 kali lebih kecil daripada nilai manfaat air yang digunakan untuk PLTA,” kata Faisal di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 28 Juli.

Menurut Faisal, permukaan air Danau Toba dapat turun hingga sekitar satu sentimeter per hari pada musim kemarau. Karena itu, hujan buatan dilakukan untuk mempertahankan debit air.

BMKG juga melakukan kajian ilmiah sebelum menentukan lokasi operasi modifikasi cuaca. Indonesia memiliki 699 zona musim dan 240 waduk dengan karakteristik berbeda sehingga setiap operasi disesuaikan dengan kondisi masing-masing wilayah.

Faisal menegaskan bahan semai yang digunakan dalam operasi modifikasi cuaca merupakan bahan alami sehingga tidak membahayakan lingkungan.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *