Kementerian Ketenagakerjaan dan KLH Kembangkan Green Jobs untuk Dukung Pelindungan Ozon


JAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mendorong pengembangan pekerjaan hijau (green jobs) untuk mendukung pelindungan lapisan ozon dan penerapan sistem pendinginan berkelanjutan.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan, transisi menuju ekonomi hijau perlu diikuti kesiapan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.

“Momentum Hari Ozon Sedunia pada hari ini kita jadikan untuk mengakselerasi kesiapan tenaga kerja dalam menghadapi transisi hijau. Salah satu yang menjadi lini depan adalah operator dan teknisi reparasi AC serta peralatan pendingin,” kata Yassierli dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Teknisi Pendingin Perlu Kompetensi Ramah Lingkungan

Yassierli menjelaskan, tenaga kerja tidak hanya membutuhkan keterampilan teknis, tetapi juga wawasan mengenai lingkungan agar mampu menjalankan pekerjaan secara berkelanjutan.

Menurut dia, teknisi bidang refrigerasi dan tata udara (refrigeration and air conditioning/RAC) perlu memiliki kompetensi yang memadai untuk mengikuti perkembangan teknologi sekaligus memahami aspek lingkungan dalam pekerjaannya.

Karena itu, Kemnaker bersama KLH/BPLH terus mengembangkan standar dan materi pelatihan yang relevan.

“Bagaimana memilih, mengoperasikan, termasuk bagaimana zat-zat yang berbahaya terhadap lingkungan tidak lagi digunakan. Ini menjadi bagian dari komitmen Indonesia secara global untuk mengurangi kerusakan ozon,” ujarnya.

Ia menambahkan, kolaborasi Kemnaker dan KLH/BPLH dalam pengembangan kapasitas tenaga kerja bidang RAC telah berjalan sejak 2017.

Kerja sama tersebut mencakup pemutakhiran Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), pengembangan kurikulum dan skema pelatihan, serta penguatan kompetensi tenaga kerja.

KLH Hibahkan 99 Peralatan Pelatihan RAC

Dalam kegiatan tersebut, KLH/BPLH menyerahkan secara simbolis hibah 99 unit peralatan pelatihan RAC kepada Kemnaker.

Peralatan tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung pelatihan tenaga kerja di 14 Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) serta Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) yang tersebar dari Aceh hingga Sorong.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Jumhur Hidayat mengatakan, penguatan kompetensi teknisi diperlukan agar penggunaan teknologi pendingin dapat dilakukan secara aman dan mengikuti perkembangan teknologi yang lebih ramah lingkungan.

“Karena sekarang teknologinya sudah baru, maka perlu pelatihan ulang. Kemnaker menyediakan tempat untuk melatih tenaga kerja, sementara kami menyediakan peralatannya,” kata Jumhur.

Ia menjelaskan, tenaga kerja hijau merupakan tenaga kerja yang menjalankan pekerjaannya dengan memperhatikan upaya mengurangi emisi dan dampak terhadap lingkungan.

Pengembangan green jobs di sektor refrigerasi dan tata udara diharapkan dapat memperkuat kesiapan tenaga kerja Indonesia menghadapi transisi hijau, sekaligus mendukung upaya pelindungan lapisan ozon dan penerapan teknologi pendinginan yang berkelanjutan.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *