JAKARTA – Honda menegaskan komitmennya untuk tetap bersaing di pasar otomotif China meski penjualannya terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Tercatat, penjualan kendaraan mereka merosot hampir 60 persen dalam empat tahun terakhir.
Dilansir dari Carscoops, Kamis, 23 Juli, pabrikan asal Jepang tersebut pun memilih memperpanjang kerja sama usaha patungannya dengan Guangzhou Automobile Group (GAC) selama 10 tahun lagi. Alhasil, kemitraan yang semula berakhir pada 2028 kini akan berlangsung hingga 2038.
Kolaborasi Honda dan GAC telah berjalan sejak 1999. Selama lebih dari dua dekade, kedua perusahaan telah memproduksi dan memasarkan lebih dari 11 juta kendaraan di China. Perpanjangan masa kerja sama ini menjadi sinyal bahwa Honda masih melihat peluang jangka panjang di pasar otomotif terbesar di dunia tersebut, termasuk saat transisi menuju kendaraan listrik diperkirakan semakin matang.
Langkah ini diambil di tengah merosotnya performa penjualan Honda di China. Pada 2020, penjualan gabungan Honda melalui dua mitra lokalnya, GAC dan Dongfeng, masih mencapai sekitar 1,62 juta unit. Namun, sepanjang tahun lalu angkanya turun drastis menjadi sekitar 640.000 unit.
Dari jumlah tersebut, sekitar 340.000 unit berasal dari GAC Honda, sedangkan sisanya disumbang oleh Dongfeng Honda. Juru bicara Honda mengatakan kepada Nikkei Asia, alasan perpanjangan kerja sama tersebut.
“Meskipun dibutuhkan waktu tertentu untuk kelangsungan bisnis, pasar otomotif China berubah dengan cepat, dan kami telah membuat keputusan ini untuk menilai lingkungan bisnis,” ujarnya.
Meski demikian, mempertahankan kerja sama dengan GAC bukan berarti jalan Honda menuju pemulihan akan mudah. Persaingan di pasar otomotif China semakin ketat, terutama karena produsen lokal terus memperkuat posisinya dengan menawarkan kendaraan berteknologi tinggi dan harga yang lebih kompetitif.
Di sisi lain, permintaan terhadap merek domestik juga terus meningkat. Untuk menjawab tantangan tersebut, Honda harus menghadirkan produk yang mampu bersaing dari sisi teknologi maupun harga. Pada 2024, perusahaan meluncurkan lini kendaraan listrik Ye di China, termasuk model P7 yang diproduksi bersama GAC serta S7 hasil kolaborasi dengan Dongfeng.
Meski memiliki desain dan karakter yang berbeda dibandingkan model Honda di pasar Barat, kedua kendaraan listrik itu belum mampu menarik minat konsumen secara signifikan.
Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi Honda untuk menghadirkan generasi produk berikutnya yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar China.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
