
JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum mengetahui kabar mengenai anggaran pengadaan kipas angin untuk Koperasi Desa Merah Putih yang disebut mencapai triliunan rupiah.
Purbaya mengatakan akan memeriksa informasi yang ramai dibicarakan tersebut. Ia menegaskan Kementerian Keuangan tidak mengelola langsung kegiatan dan pengadaan koperasi.
“Saya enggak tahu, nanti saya cek,” kata Purbaya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 23 Juli.
Menurut Purbaya, pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih berada di bawah tanggung jawab PT Agrinas Pangan Nusantara. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan hanya menangani pembayaran cicilan utang kepada bank.
“Koperasi kan tanggung jawabnya si Agrinas. Kita hanya bayar cicilannya saja. Manajemen dan segala macam di sana,” ujarnya.
Purbaya menjelaskan cicilan yang dimaksud bukan pembayaran khusus untuk pengadaan kipas angin.
“Bukan. Cicilan utang ke bank setiap tahun,” katanya.
Purbaya datang ke Istana untuk mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto. Ia menduga pembahasan akan berkaitan dengan Koperasi Desa Merah Putih, tetapi belum mengetahui agenda secara terperinci.
Ia juga belum dapat memastikan sumber anggaran Universitas Republik Indonesia atau URI.
Menurut Purbaya, pendanaan URI kemungkinan berkaitan dengan anggaran Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Namun, ia masih perlu memeriksanya.
Saat ditanya apakah seluruh biaya URI akan berasal dari APBN, Purbaya belum memberikan kepastian.
“Nanti kita lihat,” ujarnya.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
