JAKARTA – Sedikitnya 12 ekor paus pembunuh ditemukan mati di tengah kondisi laut yang ganas di sepanjang Pulau Utara Selandia Baru, menurut laporan Radio New Zealand pada Hari Jumat.
Joel Lauterbach, seorang pejabat konservasi, mengatakan pihaknya menerima laporan mengenai terdamparnya 15 ekor paus pembunuh kerdil (pygmy killer whales) pada Hari Kamis, saat mereka bersama para sukarelawan meluncurkan misi penyelamatan di Ninety Mile Beach, Distrik Far North.
Paus-paus tersebut tersebar di sepanjang beberapa kilometer pantai, namun kondisi laut yang berat – dengan pasang surut, ombak, dan cahaya yang mulai meredup – menjadi tantangan bagi upaya penyelamatan.
“Kondisi masih menantang hari ini,” ujar pejabat tersebut saat proses penguburan paus-paus yang mati itu sedang berlangsung, dikutip dari Anadolu (2/10).
Lauterbach mengatakan pihak berwenang sedang berupaya mengumpulkan informasi untuk “memahami situasi lengkap di balik peristiwa terdamparnya” paus-paus tersebut.
Menurut laporan itu, belasan paus langka tersebut juga pernah terdampar pada tahun 2018. Delapan di antaranya sempat dipindahkan ke perairan yang lebih tenang, namun hanya satu ekor yang berhasil bertahan hidup setelah upaya pengapungan kembali dilakukan.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
