JAKARTA – Kesepakatan yang baru disetujui AS-Arab Saudi untuk pengembangan reaktor nuklir sipil menimbulkan kekhawatiran. Namun, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan kesepakatan yang didukung AS tersebut akan dilengkapi dengan langkah-langkah pengamanan.
“Ketika negara-negara memutuskan untuk menjalankan program nuklir sipil yang damai, kami lebih memilih mereka melakukannya bersama kami daripada dengan negara lain. Hal ini memungkinkan kami untuk memengaruhi arah perkembangannya,” ujar Rubio kepada wartawan di sela-sela KTT ASEAN di Manila dilansir dari CNN, Kamis, 23 Juli.
Rubio menekankan Riyadh adalah mitra strategis dan kesepakatan tersebut masuk akal.
“Intinya, setiap kesepakatan yang kami buat dengan negara mana pun di dunia terkait energi nuklir sipil pasti akan mencakup langkah-langkah pengamanan untuk memastikan program tersebut tidak dialihkan menjadi program senjata; dan salah satu langkah pengamanan terbaik adalah dengan memastikan bahwa teknologi serta perusahaan Amerika-lah yang terlibat dalam pelaksanaannya,” papar Menlu AS.
Kesepakatan yang disetujui oleh Presiden Donald Trump pada Rabu tersebut selanjutnya akan diajukan ke Kongres untuk ditinjau.
Diberitakan sebelumnya Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyetujui perjanjian dengan Arab Saudi untuk mengembangkan infrastruktur nuklir kerajaan di kawasan Teluk tersebut.
Kesepakatan itu berpotensi membuka jalan bagi pengayaan uranium di wilayah Arab Saudi, lapor The Wall Street Journal mengutip pejabat AS.
Perjanjian yang berlaku selama 30 tahun itu diperkirakan bernilai puluhan miliar dolar AS.
Kesepakatan tersebut akan mewajibkan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat membangun fasilitas pengayaan uranium di Arab Saudi apabila kedua belah pihak menilai langkah tersebut diperlukan.
Sejumlah pejabat menyampaikan kekhawatiran perjanjian tersebut tidak memuat jaminan keamanan yang memadai bagi Amerika Serikat.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
