JAKARTA – Penggemar Ariana Grande yang akan menonton konser di O2 Arena, London, wajib membawa tas yang sepenuhnya transparan. Aturan itu jauh lebih ketat dibandingkan kebijakan biasa O2 dan memicu kebingungan karena tas yang pernah dijual dalam tur Ariana pun berpotensi tidak memenuhi syarat.
The Mirror dikutip Kamis, 23 Juli, menyebut Grande akan tampil selama 10 malam pada 15 Agustus hingga 1 September dalam rangkaian tur The Eternal Sunshine.
Menjelang konser, O2 mengumumkan seluruh barang bawaan harus dimasukkan ke dalam satu tas transparan. Tas harus terbuat dari plastik, vinil, atau PVC dengan ukuran maksimal 30 sentimeter kali 15 sentimeter kali 30 sentimeter.
Kantong plastik bening berpenutup, seperti zip-lock, juga diperbolehkan. Ukurannya tidak boleh lebih dari 30 sentimeter kali 26 sentimeter.
“Kebijakan ini wajib dipatuhi untuk dapat masuk ke pertunjukan,” kata pihak O2 melalui akun X.
Tas kecil lain tidak boleh dimasukkan ke dalam tas transparan. Produk kosmetik boleh dibawa secara terpisah, tetapi tas kosmetik tidak diizinkan.
O2 juga melarang tas transparan yang memiliki tulisan, motif, atau lapisan warna. Pengecualian diberikan untuk kebutuhan medis, aksesibilitas, perlengkapan orang tua dan anak, serta barang penting lainnya. Semua tetap harus menjalani pemeriksaan keamanan.
Aturan itu lebih ketat dibandingkan kebijakan umum O2. Dalam acara lain, pengunjung biasanya boleh membawa tas berukuran A4 atau lebih kecil tanpa larangan warna, motif, maupun tas di dalam tas.
Perbedaan tersebut membuat sebagian penggemar mempertanyakan alasan pembatasan hanya diberlakukan pada konser Grande.
“Jika ini soal keamanan, mengapa aturan ini tidak diterapkan dalam setiap pertunjukan di O2?” tulis seorang pengguna X.
Perbedaan aturan itu membuat sebagian penggemar mempertanyakan alasan pembatasan hanya diberlakukan pada konser Grande. The Mirror telah menghubungi pihak O2 untuk meminta penjelasan, tetapi belum mendapat jawaban.
Aturan itu juga memunculkan masalah lain. Tas transparan yang dirilis menjelang Sweetener World Tour pada 2019 memiliki tali dan ritsleting hitam serta logo tur di bagian depan.
Tas transparan dari merek kosmetik Grande, r.e.m. beauty, juga memiliki logo pada sisinya. Keduanya dikhawatirkan tidak memenuhi aturan baru O2.
“Bisakah kami mendapat kepastian mengenai tas yang dijual Ariana sendiri? Tas itu memiliki tulisan, tetapi tidak menutupi bagian dalam,” tulis seorang penggemar.
Penggemar lain memilih membawa barang yang hanya muat di kantong pakaian.
Sebagian penggemar membela kebijakan tersebut dengan mengingat serangan bom bunuh diri di Manchester Arena pada 2017. Serangan setelah konser Ariana Grande itu menewaskan 22 orang dan melukai lebih dari 1.000 orang.
Grande pernah mengungkapkan trauma setelah kejadian tersebut. Ia membandingkan hasil pemindaian otaknya dengan kondisi orang yang mengalami gangguan stres pascatrauma.
“Saya tidak tahu mengapa orang bingung. Lihat apa yang terjadi di Manchester. Dia masih trauma,” tulis seorang penggemar.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
