JAKARTA – Festival Film Indonesia (FFI) 2026 mendapat dukungan pendanaan dari Kementerian Kebudayaan melalui skema Dana IndonesiaRaya dan Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan (PPPK). Dukungan juga diberikan dalam penjajakan lokasi penyelenggaraan festival film tersebut.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan dukungan itu saat menerima Ketua Komite FFI 2026 Ario Bayu bersama sejumlah anggota komite di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Rabu, 30 September.
Pendanaan diberikan sesuai ketentuan dan mekanisme yang berlaku. Kementerian Kebudayaan dan Komite FFI juga akan berkolaborasi dalam rangkaian penyelenggaraan FFI 2026.
Fadli mengatakan penguatan perfilman nasional membutuhkan kerja bersama pemerintah, insan perfilman, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya.
Dukungan terhadap FFI diarahkan untuk memperkuat ekosistem perfilman sekaligus membuka ruang lebih luas bagi sineas Indonesia menghasilkan karya yang beragam dan berakar pada pengalaman serta kebudayaan Indonesia.
Ketua Komite FFI 2026 Ario Bayu menempatkan inklusivitas sebagai salah satu hal penting dalam penyelenggaraan festival. Menurutnya, FFI harus mampu mencerminkan keberagaman Indonesia melalui cerita maupun sudut pandang yang dihadirkan.
“Nilai fundamental FFI dari 2012 hingga 2026 adalah inklusivitas untuk menghadirkan representasi Nusantara yang nyata. Baik itu dari sisi cerita, sudut pandang, maupun kualitas imajinasinya. Dan itu adalah hal yang sangat penting,” kata Ario.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Ahmad Mahendra serta Direktur Film, Musik, dan Seni Irini Dewi Wanti.
Dari Komite FFI hadir Sekretaris FFI Sofia dan anggota Tim Keuangan FFI Ajeng.
FFI 2026 akan mempertemukan sineas, pekerja film, komunitas, akademisi, pemerintah dan masyarakat. Keberagaman cerita dan perspektif menjadi salah satu perhatian dalam penyelenggaraan festival tahun ini.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
