JAKARTA – Industri perfilman Indonesia kembali kedatangan talenta baru yang menjanjikan. Sineas muda Ferly Halim baru saja menjawab keraguan publik lewat karya debutnya berjudul Takkan Kubiarkan Kau Menangis.
Film di bawah naungan Langit Pictures Indonesia ini sukses menggelar malam Gala Premiere belum lama ini.
Muncul sebagai sutradara pendatang baru, langkah Ferly Halim awalnya sempat diiringi nada skeptis. Banyak pihak meragukan kemampuan sineas wanita ini dalam mengemas drama keluarga yang mendalam. Namun, atmosfer di di momen nonton bareng seolah meruntuhkan semua keraguan tersebut.
Tepuk tangan meriah dan isak tangis haru dari penonton menjadi bukti bahwa Ferly berhasil menghadirkan kualitas sinema yang matang. Pilihan genre drama keluarga yang sarat emosi di tengah dominasi film-film arus utama (mainstream) menjadi angin segar sekaligus tantangan yang berhasil ditaklukkannya.
Malam Gala Premiere ini bukan sekadar pemutaran film biasa, melainkan menjelma menjadi salah satu gelaran paling prestisius tahun ini. Konsep red carpet yang mewah kian semarak dengan kehadiran deretan tokoh penting negara dan pejabat VVIP yang memberikan dukungan langsung.
Tampak hadir Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman, didampingi Ibu Tina Astari Maman. Selain itu, hadir pula perwakilan dari Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) yang diwakili Deputi Kreatif Media, Cecep Rukendi, serta perwakilan dari Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Dukungan juga datang dari sektor sosial dan keagamaan dengan hadirnya Kepala BAZNAS, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, serta jajaran penasehat DWP dari berbagai kementerian seperti Kementerian Koperasi dan Kementerian Perdagangan.
Dari jajaran selebritas, terlihat Kiesha Alvaro yang didapuk sebagai pengisi Original Soundtrack, bersama deretan artis lain seperti Penta Boys, Naufal Utomo, hingga Dianna Dee Starlight yang turut memadati area red carpet.
Sisi humanis juga ditonjolkan dalam acara ini. BAZNAS menginisiasi momen spesial dengan memboyong ratusan anak yatim untuk menonton bersama. Langkah ini diambil bukan hanya sebagai rekreasi, melainkan misi edukasi spiritual bagi anak-anak tersebut.
Alur cerita film yang berpusat pada perjuangan hidup, ketegaran, dan kekuatan kasih sayang dalam keluarga diharapkan mampu menyulut semangat dan harapan bagi anak-anak yatim dalam menghadapi masa depan.
Ferly Halim, sang sutradara, tak kuasa membendung rasa syukurnya. Baginya, film ini adalah medium refleksi tentang arti ketulusan dan cara bertahan di tengah ujian ekonomi maupun komunikasi dalam keluarga.
“Semoga film ini menjadi inspirasi dan dapat membangun hubungan keluarga yang lebih harmonis lagi dalam hal komunikasi sehari-hari di dalam rumah,” ujar Ferly.
Bagi Anda pecinta drama keluarga yang menyentuh hati, Takkan Kubiarkan Kau Menangis siap menyapa penonton secara serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 16 Juli.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
