JAKARTA – Rumah produksi Imperial Pictures kembali bersiap memeriahkan layar lebar Tanah Air dengan proyek terbarunya bertajuk GHOSTHING.
Mengusung genre komedi horor, film ini mempertemukan aktor Baskara Mahendra dan aktris Yasamin Jasem dalam relasi tak biasa antara seorang perias jenazah dengan arwah seorang influencer.
Dalam film besutan sutradara Arie Aziz ini, Baskara Mahendra dipercaya memerankan Alfian, seorang perias jenazah muda yang berpenampilan tenang dan tampan.
Namun, kehidupan tenangnya seketika terusik saat ia bertugas merias jenazah Maya (Yasamin Jasem), seorang influencer muda yang meninggal dunia secara misterius.
Bukannya beristirahat dengan tenang, arwah Maya yang ekspresif, cerewet, dan sarkastik justru menolak pergi dan memilih menghantui Alfian demi mencari tahu kebenaran di balik kematiannya.
Baskara Mahendra mengungkapkan ketertarikannya terhadap premis cerita yang dinilai menawarkan sudut pandang segar.
“Menurut saya, premis GHOSTHING sendiri sudah sangat menarik. Ada seorang perias jenazah yang pekerjaannya justru membantu menyelesaikan masalah orang yang sudah meninggal. Buat saya, karakter Alfian inilah yang membuat perjalanan ceritanya menjadi menarik, karena di tengah situasi yang kompleks, dia justru harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi,” ujar Baskara dikutip VOI dari siaran media, Rabu, 16 September.
Di sisi lain, Yasamin Jasem menggambarkan karakter Maya sebagai sosok yang penuh warna sekaligus keras kepala.
“Maya itu sosok yang sarkas, centil, dan tidak bisa menerima kematiannya. Sejak bertemu Alfian, dia mulai mengusik kehidupan Alfian dengan berbagai tingkahnya. Tapi sebenarnya, apa yang membuat Maya begitu ngotot mencari tahu tentang kematiannya?” tutur Yasamin.
Produser film GHOSTHING, Hartawan Triguna, membeberkan bahwa gagasan cerita ini bermula dari premis sederhana tentang dinamika manusia setelah kematian.
“Awalnya kami berpikir sederhana, bagaimana kalau ada orang yang ketika meninggal justru tetap merepotkan orang-orang di sekitarnya? Dari pemikiran itu kemudian kami kembangkan bersama penulis hingga menjadi skenario. Setelah draf ketiga dan proses diskusi yang matang, lahirlah cerita GHOSTHING seperti sekarang,” kata Hartawan.
Sementara itu, sutradara Arie Aziz menekankan bahwa film dengan naskah garapan Evelyn Afnilia ini tidak sekadar mengandalkan tawa. Baginya, menyelaraskan atmosfer horor dan komedi menjadi tantangan tersendiri.
“Sebenarnya ini bukan pertama kalinya saya menggarap komedi, tetapi yang membedakan GHOSTHING adalah ceritanya tidak pure komedi. Ada elemen horor dan misteri yang berjalan bersama, sehingga tantangannya adalah bagaimana membuat kedua genre tersebut tetap seimbang dan menjadi tontonan yang menarik,” ungkap Arie.
Selain menyajikan benturan karakter kontras dan bumbu misteri seputar fenomena dunia digital, GHOSTHING juga membawa pesan emosional tentang rasa kehilangan, ikatan keluarga, dan perjuangan mencari keadilan.
Proyek di bawah naungan Eksekutif Produser Peter Surya Wijaya dan Associate Produser Rizky A. Prakoso ini turut didukung oleh jajaran aktor ternama lintas generasi. Di antaranya adalah Leony VH, Bang Tigor, Reinold Lawalata, Chika Waode, Siti Fauziah, Iyang Darmawan, Tanta Ginting, Mathias Muchus, Mona Ratuliu, Indian Akbar, hingga Amel Carla.
Film GHOSTHING dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 15 Oktober.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
