JAKARTA – Komando militer pusat Iran mengumumkan menutup kembali Selat Hormuz yang vital bagi suplai 20 persen sumber energi dunia gegara Israel terus menyerang Lebanon.
Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya alias komando militer pusat Iran menggambarkan ulah Israel di Lebanon itu merupakan bentuk pelanggaran kesepakatan perdamaian AS-Iran.
“Dengan ini diumumkan bahwa Selat Hormuz akan ditutup untuk lalu lintas kapal; Perlu dicatat bahwa langkah pertama ini merupakan tanggapan terhadap pelanggaran janji musuh, dan jika agresi berlanjut, langkah-langkah lebih lanjut akan direncanakan dan diambil untuk memaksa musuh mematuhi kewajibannya,” demikian pernyataan komando militer pusat Iran yang disiarkan oleh televisi pemerintah, dikutip dari Times of Israel, Sabtu 20 Juni.

Dalam perkembangannya, Iran akan mengirim delegasinya untuk terbang ke Swiss bertemu delegasi AS membahas kesepakatan sementara kedua belah pihak tentang negosiasi perang.
Kabar yang disampaikan stasiun televisi pemerintah Iran itu berdasarkan pernyataan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Bagahei. “Setiap memorandum atau perjanjian pada akhirnya diuji ketika memasuki fase implementasi,” katanya.
Menurut pemberitaan, perjalanan ke Swiss awalnya direncanakan untuk hari Jumat pekan ini tetapi diatur ulang.
