Jangan Lagi Hanya Berpikir untuk Indonesia


PONOROGO — Memasuki usia 100 tahun, Pondok Modern Darussalam Gontor didorong mengambil peran yang lebih besar di tingkat global. Wakil Menteri Agama (Wamenag) Muhammad Syafi’i menilai pesantren yang telah melahirkan banyak tokoh nasional itu tidak lagi cukup hanya berpikir untuk Indonesia, tetapi juga harus memberi kontribusi bagi masyarakat dunia.

Pesan tersebut disampaikan Wamenag yang biasa dipanggil Romo Syafi’i saat membuka Sarasehan Kiai Pesantren Nasional yang digelar Forum Pesantren Alumni Gontor dan Forum Masyarakat Alumni Gontor dalam rangka peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Sabtu (20/6).

Menurut Romo Syafi’i, Gontor telah menjelma menjadi salah satu pesantren paling berpengaruh di Indonesia. Reputasinya bahkan dikenal hingga mancanegara.

“Gontor adalah salah satu pesantren legendaris Indonesia. Saya bertemu teman-teman di luar negeri, kalau bicara pesantren, mereka menjawab Gontor. Artinya, Gontor dan Indonesia sudah sulit dipisahkan,” kata Wamenag kepada wartawan.

Ia menilai nama besar Gontor sekaligus menjadi amanah besar. Sebagai pesantren yang mendapat kepercayaan luas dari masyarakat, Gontor dituntut terus relevan menjawab kebutuhan zaman.

Menurutnya, program-program yang dijalankan Gontor selama ini telah melampaui fungsi pendidikan semata. Gontor juga menjalankan peran dakwah dan pemberdayaan masyarakat sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.

“Nama besar itu berarti Gontor mengemban amanah yang besar sebagai pesantren kepercayaan umat. Apa yang saya lihat, program-program di Gontor menjawab kebutuhan yang memang harus hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.

Romo Syafi’i juga menyoroti kiprah alumni Gontor yang kini tersebar di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, pemerintahan, ekonomi, sosial hingga keagamaan. Menurutnya, hal itu menunjukkan peran strategis pesantren dalam membentuk sumber daya manusia Indonesia.

Setelah melewati berbagai fase sejarah bangsa, mulai dari masa sebelum kemerdekaan hingga era modern, Gontor kini menghadapi tantangan baru yang jauh lebih kompleks.

Karena itu, memasuki abad kedua, Gontor diminta tidak hanya mempertahankan prestasi yang telah dibangun selama satu abad terakhir, tetapi juga mampu menjawab dinamika global yang terus berubah.

“Ke depan kita berharap Gontor bisa membangun peradaban untuk Indonesia. Dan peradaban itu insya Allah akan mendunia,” kata Romo Syafi’i.

Ia menegaskan hubungan antarnegara yang semakin erat menuntut lembaga pendidikan Islam memiliki perspektif internasional. Menurutnya, langkah ke arah tersebut sudah mulai terlihat di Gontor.

“Gontor tidak lagi hanya untuk Indonesia, tapi sudah harus mendunia. Saya melihat langkah itu sudah mulai dirintis. Karena itu saya yakin Gontor siap memberikan kontribusi yang lebih luas, bukan hanya untuk Indonesia tetapi juga masyarakat internasional,” ujarnya.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *