JAKARTA – Perusahaan teknologi hijau asal China, Envision Group, menyiapkan proyek pusat komputasi AI hijau berkapasitas 5 gigawatt di kawasan gurun dunia, termasuk Gurun Gobi, hingga 2030.
Menurut laporan China Daily dikutip Jumat, 19 Juni, rencana itu diumumkan dalam ajang VivaTech di Paris. Envision menyebut proyek ini ditujukan untuk membangun infrastruktur AI yang stabil, ramah lingkungan, dan lebih hemat biaya.
Kebutuhan listrik menjadi persoalan besar dalam ledakan AI. Model bahasa besar dan cip semikonduktor yang semakin canggih membuat pusat data global membutuhkan pasokan listrik lebih besar, lebih stabil, dan lebih cepat diatur.
“Saat badai komputasi AI menyapu dunia, jaringan listrik tradisional kesulitan menanggung beban transformasi ini,” kata Chairman Envision Group Zhang Lei.
Zhang mengatakan Envision akan memulai dari Gurun Gobi sebelum membawa sistem tenaga AI buatannya ke pasar global.
“Berawal dari Gurun Gobi, Envision membawa sistem tenaga AI-nya ke dunia, menawarkan solusi China untuk mengatasi hambatan listrik yang dihadapi era kecerdasan buatan,” ujarnya.
Pusat data adalah fasilitas berisi server dan perangkat komputasi untuk menyimpan, memproses, dan mengalirkan data. Dalam era AI, pusat data menjadi mesin utama yang bekerja terus-menerus dan membutuhkan listrik besar.
China Daily melaporkan, perkembangan cepat model bahasa besar dan cip semikonduktor canggih memberi tekanan besar pada pusat data global. Fasilitas ini membutuhkan kapasitas akses jaringan listrik yang luas, pengaturan pasokan yang lebih cepat, sumber listrik yang stabil, dan porsi energi terbarukan yang lebih besar.
Untuk menjawab kebutuhan itu, Envision menyiapkan tiga kemampuan utama. Pertama, kecerdasan buatan fisik. Kedua, “pusat cerdas” yang berfungsi seperti sistem saraf bagi jaringan listrik AI. Ketiga, infrastruktur kelistrikan generasi baru yang lebih kuat.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
