JAKARTA – Mekanisme pembayaran utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh dibahas Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan saat bertemu Ketua Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China atau NDRC, Zheng Shanjie. Presiden Prabowo Subianto disebut sudah memberikan lampu hijau untuk menindaklanjuti skema tersebut.
“Saat bertemu dengan Ketua Zheng Shanjie dari NDRC yang adalah teman lama, saya juga singgung mengenai kereta api cepat dan juga mengenai masalah utang Whoosh itu,” kata Luhut di Beijing, Jumat, 18 September, seperti dikutip dari Antara.
Menurut Luhut, pembahasan tidak boleh berhenti pada tingkat kebijakan. Struktur pembayaran perlu segera ditindaklanjuti secara teknis oleh kementerian dan lembaga terkait.
“Karena kita tidak boleh biarkan berlalu begitu saja, yang rugi kita juga. Harus ada yang follow up teknis dan kita bicara bagaimana struktur pembayaran utang,” ujarnya.
Luhut mengatakan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, serta Presiden Prabowo sudah mengetahui pembahasan tersebut.
“Karena Presiden sudah kasih green light, tinggal eksekusinya saja. Dari Dewan Ekonomi Nasional bantu supaya cepat disampaikan ke China karena perkawanan, jadi kelihatannya akan berjalan lancar,” katanya.
Luhut juga mengklaim pihak China tidak keberatan dengan mekanisme pembayaran yang dibicarakan. Ia mengatakan persoalan teknis kini perlu segera dibereskan agar penyelesaian utang tidak terus tertunda.
Dalam pertemuan yang sama, Luhut turut menyinggung kemungkinan kelanjutan jalur Whoosh hingga Surabaya. Menurut Luhut, Presiden nantinya perlu menunjuk menteri koordinator yang akan mengawal kelanjutan proyek tersebut.
Pembahasan pembayaran utang berjalan bersamaan dengan proses perubahan struktur kepemilikan KCIC. Pemerintah sedang memfinalisasi pengalihan 60 persen saham yang selama ini dikuasai konsorsium BUMN melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia kepada Kementerian Keuangan.
Sebanyak 40 persen saham lainnya tetap akan dipegang konsorsium China, Beijing Yawan HSR Co. Ltd. Saat ini Kementerian Keuangan masih menjalankan uji tuntas dan evaluasi nilai saham PSBI yang akan dialihkan.
Chief Executive Officer Danantara Indonesia Rosan Roeslani sebelumnya memastikan proses pengambilalihan pengelolaan KCIC ke Kementerian Keuangan tetap berjalan meski terjadi pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara.
Sebelumnya, Purbaya menyebut restrukturisasi utang Whoosh diarahkan pada skema cicilan sekitar Rp1 triliun per tahun dengan tenor hingga 80 tahun. Skema pembayaran itu masih menjadi bagian dari proses penyelesaian kewajiban proyek kereta cepat tersebut.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
