Tak Ada Izin Impor Beras Medium



JAKARTA — Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak menerbitkan izin impor beras medium pada 2025. Ia juga memperingatkan importir kedelai agar tidak menaikkan harga secara berlebihan di tengah dampak konflik global.

Amran mengatakan kebutuhan pangan nasional mencapai sekitar 68 juta ton, sementara produksi diperkirakan 73 juta ton. Menurut Amran, masih ada tiga komoditas yang belum swasembada, yakni bawang putih, daging, dan kedelai.

“Yang terpenting tahun 2025 tidak ada keluar izin impor beras medium,” kata Amran di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 18 Juni.

Ia mengatakan stok Bulog saat ini mencapai 5,2 juta ton, melebihi kapasitas gudang Bulog yang hanya sekitar 3 juta ton.

“Artinya Bulog hari ini menyewa gudang 2,2 juta ton. Yang belum yakin silakan ke gudang Bulog seluruh Indonesia,” ujarnya.

Amran juga menyinggung dampak konflik Amerika Serikat, Iran, dan Israel terhadap pangan. Ia mengakui dampak itu ada, tetapi pemerintah ingin memanfaatkan sisi positifnya.

Menurut Amran, ekspor pertanian meningkat hingga Rp166 triliun, sementara impor turun Rp41 triliun karena Indonesia tidak mengimpor beras.

Untuk kedelai, Amran meminta importir tidak mengambil untung berlebihan.

“Anda tolong ada rasa empati, ada rasa peduli pada saudara-saudara kita,” katanya.

Ia mengingatkan izin impor bisa menjadi alat kendali pemerintah jika ada pengusaha yang menaikkan harga secara semena-mena.

“Kalau ada yang menaikkan semena-mena, aku pastikan izin impornya tidak keluar untuk tahun berikutnya,” ujar Amran.

Amran juga menyebut beras bukan lagi penyumbang utama inflasi selama dua tahun berturut-turut.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *