JAKARTA — Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan akan terus menekan perusahaan sawit yang belum menaikkan harga tandan buah segar atau TBS. Ia menyebut penurunan harga TBS dalam beberapa hari terakhir mulai pulih, meski belum seluruhnya kembali normal.
“Alhamdulillah sudah kembali normal. Tapi masih ada sedikit, mungkin sekitar 5 persen yang belum pulih sampai 10 persen,” kata Amran di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis, 18 Juni.
Amran mengatakan pihaknya sebelumnya telah menyurati 274 perusahaan terkait harga TBS. Dari jumlah itu, masih ada sekitar 170 hingga 180 perusahaan yang belum menaikkan harga.
“Seratus lebih dari 274 kemarin yang saya surati. Ada mungkin sekitar 170-180 yang belum,” ujarnya.
Ia menegaskan pemerintah tidak akan berhenti menindaklanjuti persoalan tersebut sampai perusahaan menaikkan harga TBS.
“Kita tindaklanjuti terus sampai dia harus naikkan, mutlak naikkan,” kata Amran.
TBS adalah buah sawit yang dijual petani ke pabrik untuk diolah menjadi minyak sawit mentah. Karena itu, penurunan harga TBS langsung terasa ke petani sawit.
Selain harga TBS, Amran menyebut agenda pembahasan di Istana juga berkaitan dengan pangan. Isunya mencakup keseimbangan pangan dan hilirisasi.
“Kemudian pangan, keseimbangan pangan kita dan hilirisasinya,” ujarnya.
Amran juga menjawab soal antisipasi musim kemarau. Ia mengatakan pemerintah sudah menyiapkan sejumlah langkah, mulai dari perbaikan irigasi, penyediaan benih dan bibit untuk daerah rawan kekeringan, hingga pompanisasi.
Menurut Amran, prediksi El Nino kuat pada April tidak sepenuhnya terjadi seperti yang dikhawatirkan. Ia menyebut beberapa daerah justru masih dilanda banjir pada Mei, bahkan laporan terbaru yang diterimanya menunjukkan banjir masih terjadi di sejumlah wilayah.
“Katanya April El Nino godzila, tapi ternyata banjir. Mei banjir. Tadi aku terima laporan dari beberapa daerah masih banjir,” kata Amran.
Meski begitu, ia mengakui Juli, Agustus, dan September tetap harus diwaspadai karena masuk periode musim kering.
“Kalau Juli, Agustus, September ya memang musim kering,” ujarnya.
Amran mengatakan pompa dan irigasi pompa atau irpom sudah dipasang di lapangan untuk menghadapi risiko kekeringan.
“Antisipasinya kita sudah memperbaiki irigasi, kemudian benih, bibit yang akan kekeringan, kemudian pompanisasi. Irpom, irigasi pompa sudah kita pasang di lapangan,” katanya.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
