JAKARTA – Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengungkapkan jumlah jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia pada penyelenggaraan ibadah haji tahun ini mencapai sekitar 240 orang. Angka tersebut dinilai masih jauh dari target pemerintah sehingga menjadi perhatian serius dalam evaluasi pelaksanaan haji.
Menurut Irfan Yusuf, salah satu rekomendasi yang disampaikan tim Amirul Hajj adalah penguatan layanan kesehatan jemaah agar angka kematian dapat ditekan pada musim haji mendatang.
“Jumlah yang meninggal ada 240 sekian. Ini memang sudah ada perbaikan dibanding tahun lalu, tetapi masih jauh dari harapan kita. Kita berharap angkanya berada di sekitar 150 orang, tetapi ternyata masih melampaui target yang diharapkan,” ujar Irfan Yusuf dalam keteranganya, Senin 8 Juni.
Selain aspek kesehatan, pemerintah juga mengevaluasi sejumlah layanan selama puncak ibadah haji, terutama di kawasan Mina yang menjadi salah satu titik paling padat selama pelaksanaan haji.
Ia mengakui layanan di Mina masih menjadi salah satu kelemahan karena seluruh jemaah dari berbagai negara berkumpul di wilayah yang luasnya terbatas. Jika Arafah memiliki luas sekitar 17 kilometer persegi, Mina hanya sekitar 8 hingga 9 kilometer persegi dan area yang benar-benar dapat digunakan kurang dari 5 kilometer persegi karena sebagian wilayah berupa pegunungan batu.
“Terjadi penempatan jumlah jemaah yang sangat besar di Mina sehingga menjadi tantangan tersendiri dalam memberikan layanan yang optimal,” katanya.
Evaluasi juga dilakukan terhadap ketepatan waktu transportasi selama fase Armuzna, yakni pergerakan jemaah dari Arafah, Muzdalifah, hingga Mina. Meski secara umum berjalan sesuai rencana, terdapat sejumlah keterlambatan di beberapa titik.
Namun demikian, seluruh jemaah berhasil dipindahkan dari Muzdalifah ke Mina sebelum pukul 07.00 waktu setempat sehingga tidak ada jemaah yang harus terlalu lama berada di bawah terik matahari.
Sementara itu, layanan bus selawat yang menghubungkan hotel jemaah dengan Masjidil Haram dinilai berjalan cukup baik. Pemerintah berharap operasional layanan transportasi dapat lebih optimal pada musim haji mendatang agar jemaah tidak perlu menunggu lama setelah menyelesaikan rangkaian ibadah.
Irfan Yusuf menegaskan hasil evaluasi tersebut akan menjadi bahan perbaikan penyelenggaraan ibadah haji tahun depan, khususnya dalam peningkatan layanan kesehatan, transportasi, serta kenyamanan jemaah selama berada di tanah suci.
