JAKARTA – Rusia siap bergerak menuju normalisasi hubungan dengan AS. Dengan catatan, saling menghormati kepentingan kedua belah pihak dan tidak mengganggu urusan masing-masing.
Kepala Departemen Atlantik Utara Kementerian Luar Negeri Rusia, Alexander Gusarov mengaku terbuka terhadap kemungkinan terbaru dalam hubungannya dengan AS.
“Tentu saja, dalam hal hasil praktis, dinamika pemulihan hubungan yang muncul masih perlu dicoba. Namun, betapapun panjang dan sulitnya jalan ini, kami siap untuk bergerak maju, asalkan kedua belah pihak mematuhi prinsip-prinsip dasar saling menghormati kepentingan masing-masing, saling menguntungkan, dan tidak campur tangan dalam urusan internal,” katanya dalam sebuah wawancara dengan majalah International Affairs, Selasa 2 Juni, dikutip dari Tass.
Gusarov mengatakan sejak Donald Trump menjabat Presiden AS periode kedua memiliki niat untuk “merevisi sikap yang sangat konfrontatif dan ideologis” peninggalan Presiden AS era Joe Biden.
“Dialog yang seimbang dan pragmatis telah menjadi norma, meskipun masih banyak perbedaan pendapat yang tersisa. Sejumlah kontak bilateral yang bermanfaat telah terjadi, termasuk di tingkat tertinggi,” tandasnya.
