JAKARTA – Kementerian Pertahanan (Kemhan) Israel mencatat ekspor penjualan senjata militer atau alutsista dalam negerinya kembali mencapai rekor tertinggi dalam lima tahun berturut-turut di tengah serangan militer zionis ke Gaza di Palestina dan Lebanon selatan.
Catatan yang diterbitkan Selasa 2 Juni itu meliputi ekspor mencapai lebih dari USD19 miliar pada tahun 2025, didorong penjualan sistem rudal, roket, dan pertahanan udara buatan Israel.
Israel diketahui termasuk sejumlah negara pengekspor senjata terkemuka di dunia.
Selain memproduksi senjata, militernya Israel memakai alutsistanya untuk serangan tak berkesudahan di Palestina, khususnya Gaza yang luluh lantak, dan Lebanon selatan.
“Rekor ekspor pertahanan Israel sepanjang masa telah dipecahkan untuk tahun kelima berturut-turut, dengan USD19,2 miliar pada tahun 2025 — peningkatan hampir 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya, lebih dari dua kali lipat dalam lima tahun dan empat kali lipat dalam satu dekade,” bunyi pernyataan Kemhan Israel dikutip dari AFP
Kemhan Israel juga mengatakan sistem rudal, roket, dan pertahanan udara buatannya menjadi komoditas ekspor utama dan menyumbang 29 persen pendapatan negara dari kesepakatan.
“Peningkatan yang signifikan tercatat dalam sistem pengamatan dan optronik,” demikian pernyataan.
Sebanyak 36 persen ekspor senjata militer Israel datang dari negara-negara Eropa. Sementara Asia dan kawasan Pasifik membeli 32 persen, sementara Timur Tengah dan Afrika Utara 15 persen.
“Ada benang merah yang jelas dan tak terbantahkan yang menghubungkan prestasi medan perang IDF di semua lini, kemampuan luar biasa industri pertahanan Israel, dan keberhasilan ekspor pertahanan Israel di seluruh dunia,” ujar Menteri Pertahanan (Menhan) Israel Katz dalam pernyataan Kemhan.
Pada April 2026, Kemhan Israel mengumumkan mempercepat produksi rudal Arrow di tengah perang dengan Iran.
Pengumuman Kemhan Israel terbaru ini muncul setelah media internasional mempertanyakan umur rudal Arrow merujuk pada sejumlah analis yang menyatakan kekurangan sistem pertahanan rudal anti-balistik buatan Israel tersebut.
