Indramayu Siapkan Sekolah Modern Berbasis Lingkungan untuk Generasi Mendatang


JAKARTA – Sekolah berbasis ekologi kini mulai banyak dilirik karena dinilai mampu membentuk generasi yang lebih peduli lingkungan, adaptif terhadap perubahan zaman, serta memiliki kesadaran sosial sejak dini.

Konsep pendidikan seperti ini tidak hanya menekankan kemampuan akademik, tetapi juga mengajarkan anak memahami hubungan antara manusia, teknologi, dan keberlanjutan lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Konsep tersebut yang coba dihadirkan melalui pembukaan Eco Socio Tech School (EST School) di Kabupaten Indramayu.

Redea Institute bersama Yayasan Wira Yodan Cendekia resmi menandatangani nota kesepahaman untuk menghadirkan sekolah berbasis active learning yang menggabungkan pendekatan lingkungan, sosial, dan teknologi secara beretika.

EST School hadir dengan filosofi belajar merupakan sebuah perjalanan, bukan perlombaan. Melalui pendekatan ini, siswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi kreatif, inovatif, dan mampu menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas.

Redea Institute sendiri dikenal sebagai institusi pendidikan yang sebelumnya bernama HighScope Indonesia dan telah lebih dari tiga dekade mengembangkan metode pembelajaran aktif, mulai dari pendidikan usia dini hingga jenjang K-12.

“Saya percaya bahwa pembelajaran sejati melibatkan adaptasi tanpa henti terhadap masa depan. Melalui penandatanganan MoU ini, kami berkomitmen untuk menciptakan ekosistem di mana teknologi, lingkungan, dan manusia berjalan selaras di Indramayu,” ujar Founder & CEO Redea Institute, Antarina S.F Amir.

Ia juga menyampaikan apresiasinya atas dukungan berbagai pihak terhadap pembangunan sekolah tersebut.

“Kami sangat bangga dan berterima kasih atas dukungan, keterbukaan, serta kepercayaan besar yang diberikan oleh para mitra strategis dan masyarakat Indramayu. Langkah awal ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan anak-anak, demi mewujudkan generasi Indonesia yang tangguh, unggul, dan siap menghadapi tantangan global,” lanjutnya.

Ketua Pembina Yayasan Wira Yodan Cendekia, Dr. Anggawira, mengatakan pembangunan EST School memiliki makna personal karena dirinya berasal dari Indramayu dan ingin berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut.

“Saat ini, belum ada sekolah dengan standar nasional maupun internasional di Indramayu, dan hadirnya EST School adalah langkah nyata kita untuk membawa perubahan tersebut,” ujarnya.

Peresmian sekolah berbasis ekologi dan sosiologi.
Peresmian sekolah berbasis ekologi dan sosiologi. (Dok. Redea Institute)

Sementara itu, Pembina Yayasan Wira Yodan Cendekia sekaligus pemilik Sekolah HighScope Indonesia Bengkulu, Yosia Yodan, mengungkapkan kolaborasi ini bermula dari keinginan menghadirkan pendidikan berkualitas di Indramayu.

“Saat peresmian program Middle School di Sekolah HighScope Indonesia Bengkulu, Bapak Anggawira pertama kali menyampaikan keinginan beliau untuk mendirikan sekolah di Indramayu. Saya mengenal beliau sebagai sosok mentor yang luar biasa di HIPMI, yang selalu memberikan teladan bagi seluruh anggota di daerah tentang bagaimana menjadi seorang ‘pengusaha pejuang’. Semangat ini yang mendorong kami untuk turut berkontribusi di EST School Indramayu. Kami berkomitmen mempersiapkan tim terbaik dengan kompetensi unggul, demi memberikan hasil nyata yang dapat dirasakan langsung oleh para orang tua murid.”

Setelah penandatanganan kerja sama, EST School Indramayu akan memulai berbagai tahap persiapan, mulai dari pembangunan fasilitas, penyediaan sarana belajar, hingga pelatihan tenaga pengajar.

Sekolah ini dirancang untuk menghadirkan lingkungan belajar yang interaktif, aman, dan menyenangkan bagi anak-anak. Pendaftaran EST School Indramayu untuk tahun ajaran 2026–2027 juga telah dibuka, sementara kegiatan operasional sekolah dijadwalkan mulai berjalan pada Oktober 2026.





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *