JAKARTA – Samsung Research mengembangkan dua model kecerdasan buatan yang dirancang untuk membaca pola kesehatan dari data perangkat wearable seperti jam tangan pintar.
Anadolu Agency dikutip Minggu, 16 Agustus, menyebut dua model bernama xMAE dan HiMAE itu dirancang untuk menganalisis biosinyal, yakni data tubuh seperti aktivitas jantung, gerakan, dan pola tidur.
Samsung mengatakan teknologi tersebut dibuat agar AI tidak membaca setiap data kesehatan secara terpisah. Sistem dilatih untuk melihat hubungan dan pola dari sejumlah sinyal sekaligus.
xMAE berfokus pada hubungan antarsinyal yang berkaitan dengan jantung. Sementara HiMAE dirancang untuk mengenali pola dalam rentang waktu berbeda, mulai dari perubahan cepat seperti detak jantung hingga pola yang lebih panjang terkait tidur dan aktivitas.
Samsung mengatakan, seperti dikutip Anadolu, HiMAE dapat bekerja pada prosesor sekelas jam tangan pintar dalam waktu kurang dari satu milidetik.
Namun, kedua model itu masih berupa proyek riset. xMAE dan HiMAE belum diluncurkan sebagai produk medis.
Riset tersebut menjadi bagian dari pengembangan teknologi kesehatan berbasis AI Samsung. Pada Juli, perusahaan meluncurkan versi beta Samsung Health Assistant yang menggunakan data kesehatan pengguna untuk memberikan rekomendasi kesehatan dan kebugaran yang lebih personal.
Samsung juga memperkenalkan konsep “Connected Care” yang memanfaatkan AI dan data perangkat wearable untuk pemantauan kesehatan secara lebih berkelanjutan dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pengguna.
Pengembangan xMAE dan HiMAE juga terkait dengan upaya membuat health foundation models. Istilah ini merujuk pada sistem AI yang dilatih menggunakan data biologis dalam jumlah besar untuk mengenali pola, lalu dapat disesuaikan untuk berbagai tugas kesehatan.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
