JAKARTA – Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada Hari Rabu menekankan pentingnya tidak mengenakan biaya untuk pelintasan melalui Selat Hormuz dalam pembicaraan telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, mengingat jalur perdagangan tersebut secara efektif tertutup di tengah macetnya negosiasi dengan Amerika Serikat.
Berbicara kepada wartawan di kantornya di Tokyo, PM Takaichi mengatakan Ia juga menyampaikan kepada Presiden Pezeshkian, Jepang memandang perlu bagi Amerika Serikat dan Iran untuk mengadakan pembicaraan dan mencapai kesepakatan sesegera mungkin, khususnya mengenai masalah nuklir.
Mengenai Selat Hormuz, PM Takaichi mengatakan Ia menyampaikan kepada Presiden Pezeshkian “penting untuk memulihkan navigasi yang bebas dan aman di Selat Hormuz sesegera mungkin tanpa biaya tambahan,” dikutip dari Kyodo News (12/8).
Jepang, yang minim sumber daya alam, sangat bergantung pada Timur Tengah untuk pasokan minyak mentah.
Selama pembicaraan yang berlangsung sekitar 20 menit tersebut, Presiden Pezeshkian menjelaskan posisi Iran, termasuk status dan prospek pembicaraannya dengan Oman terkait Selat Hormuz, menurut PM Takaichi.
Sebelumnya, PM Takaichi telah berbicara dengan Sultan Oman Haitham bin Tariq al-Said pada Hari Senin.
PM Takaichi mengatakan Ia menyampaikan “kekhawatiran mendalam” dari perspektif ketahanan energi terkait situasi di Selat Bab el-Mandeb di ujung barat daya Semenanjung Arab, serta meminta Iran untuk mendesak kelompok pemberontak Houthi di Yaman – yang berpihak pada Tehran – agar menahan diri.
Otoritas Yaman pada Hari Selasa menyatakan bahwa kelompok Houthi – yang pada Bulan Juli mengumumkan “blokade maritim” yang menargetkan kapal-kapal Arab Saudi – telah melancarkan serangan mematikan terhadap sebuah kapal kargo di selat tersebut.
Selat ini telah menjadi rute alternatif bagi pengangkutan minyak mentah di tengah tertutupnya Selat Hormuz secara efektif.
PM Takaichi mengutip pernyataan Presiden Pezeshkian, Iran sedang berupaya menyelesaikan masalah tersebut sambil menjalin dialog dengan Arab Saudi.
Pembicaraan antara PM Takaichi dan Presiden Pezeshkian merupakan yang pertama sejak Bulan Juni dan yang keempat sejak perang AS-Israel melawan Iran dimulai pada akhir Februari.
Jepang merupakan sekutu dekat Amerika Serikat dan secara tradisional menjalin hubungan yang baik dengan Iran.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
