Tidak Ada Negara Tanpa Gaza


JAKARTA – Presiden Mahmoud Abbas menegaskan Jalur Gaza merupakan wilayah tak terpisahkan dari Palestina, tidak ada negara tanpa wilayah kantong tersebut.

Hal itu dikatakannya dalam konferensi pers bersama Presiden Recep Tayyip Erdoğan di Ankara. Presidentiba di ibu kota Turki pada Hari Selasa atas undangan Presiden Erdoğan.

Ia mengatakan telah melakukan pembicaraan yang “sangat penting dan produktif” mengenai perkembangan di kawasan serta hubungan bilateral dengan Presiden Erdoğan, seraya menambahkan mereka sepakat untuk memperkuat dialog bilateral.

Presiden Abbas mengatakan, perdamaian yang adil hanya dapat dicapai dengan mengakhiri pendudukan dan mendirikan negara Palestina yang merdeka dengan Yerusalem Timur – yang saat ini diduduki Israel – sebagai ibu kotanya.

Presiden Abbas menyerukan pelaksanaan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803 dan pemulihan segera kedaulatan Palestina yang sah di Gaza, sembari menegaskan wilayah kantong itu merupakan bagian tak terpisahkan dari negara Palestina.

“Tidak mungkin ada negara di Gaza, dan tidak mungkin ada negara tanpa Gaza,” tegasnya, melansir Anadolu (13/8).

abbas dan erdogan
Presiden Abbas dan Presiden Erdoğan saat memberikan keterangan pers bersama. (Sumber: Presidency of The Republic of Turkiye)

Presiden Abbas menyebut pencapaian tujuan ini dalam kerangka hukum internasional dan Inisiatif Perdamaian Arab sebagai hal yang penting.

Rakyat Palestina mengharapkan dukungan berkelanjutan dari Turki hingga mereka meraih kemerdekaan dan kebebasan, kata Presiden Abbas.

Ia menyebutkan gencatan senjata di Gaza telah dicapai berkat upaya Turki, Mesir, Qatar dan Amerika Serikat, namun bantuan kemanusiaan belum juga masuk ke wilayah kantong tersebut.

Lebh lanjut Presiden Abbas juga menekankan pentingnya pembentukan institusi politik dan jaminan kemandirian finansial bagi negara Palestina yang berfungsi penuh, seraya menyebutkan Israel telah menahan dana milik Palestina sebesar sekitar 6,5 miliar dolar AS.

Pertemuan kali ini juga dimanfaatkan keduanya untuk membahas ketegangan yang diperparah oleh Israel di Tepi Barat dan Yerusalem, serta aksi terorisme oleh pihak pendudukan yang beroperasi di bawah perlindungan tentara Israel.

Presiden Abbas mengatakan, Israel terus melancarkan serangan terhadap situs-situs suci milik umat Islam maupun Kristen tanpa membeda-bedakan.

Ditegaskannya, rakyat Palestina tetap teguh mempertahankan tanah mereka dan menolak pengusiran paksa, seraya merujuk pada Resolusi Dewan Keamanan PBB 2334 yang menegaskan kembali bahwa permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki adalah ilegal.

Ia menekankan pentingnya melindungi situs-situs suci umat Islam dan Kristen serta mewujudkan persatuan Palestina dan rekonsiliasi nasional yang menyeluruh.

“Kita adalah satu negara dan akan tetap menjadi satu negara, bersatu di bawah satu badan legislatif dan satu otoritas,” tandasnya.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *