JAKARTA – Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengatakan pertumbuhan ekonomi daerah tidak hanya bergantung pada APBN dan APBD. Ia menyebut kerja sama yang rapi antara pemerintah daerah dan Kadin ikut menentukan kekuatan ekonomi di daerah.
Anindya menyampaikan hal itu usai bertemu Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran Kadin seluruh Indonesia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 31 Juli.
Menurut Anindya, Kadin banyak berkeliling ke daerah dan melihat hubungan yang positif antara kerja sama pemerintah daerah dengan pelaku usaha.
Ia mencontohkan Maluku Utara, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, dan Nusa Tenggara Barat. Ketika kerja sama berjalan rapi dan strategis, pertumbuhan daerah dinilai ikut menguat.
“Ketika kerja samanya sangat rapi, bermitra strategis, pertumbuhannya juga sangat kuat,” kata Anindya.
Anindya mengatakan hal menarik dari daerah adalah sumber pertumbuhannya tidak hanya berasal dari belanja pemerintah.
“Pertumbuhannya itu tidak hanya datang dari APBN dan APBD, tapi dari kreativitas mereka semua,” ujarnya.
Pertemuan di Istana dihadiri pengurus Kadin dari berbagai daerah, termasuk Papua Barat Daya, Papua Barat, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Aceh. Asosiasi dan himpunan usaha juga hadir.
Anindya mengatakan Kadin sudah menyiapkan diri sejak pertemuan dengan Prabowo di Hambalang sekitar satu tahun lalu. Saat itu, kata dia, dunia usaha diingatkan akan gejolak ekonomi dan geopolitik.
Ia menyebut ketahanan energi, ketahanan pangan, dan ketahanan ekonomi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari ketahanan nasional.
Anindya mengatakan ekonomi Indonesia tumbuh sekitar 5 persen selama 20 tahun. Namun, untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah, Indonesia perlu bergerak bertahap menuju pertumbuhan 8 persen.
Menurutnya, target itu mungkin dicapai jika pemerintah dan dunia usaha bekerja sama.
“Kami melihat apabila kita bekerja sama ini suatu hal yang mungkin sekali dilakukan,” kata Anindya.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
