JAKARTA — Indonesia dan Maroko membuka peluang kerja sama lebih luas di bidang film, musik, pendidikan, riset, pariwisata, serta ekonomi kreatif. Kebudayaan dipilih sebagai pintu masuk untuk memperkuat hubungan kedua negara di tengah situasi geopolitik yang semakin kompleks.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan diplomasi budaya menjadi kekuatan lunak yang efektif untuk membangun kepercayaan dan membuka dialog antarmasyarakat.
“Di tengah lanskap geopolitik yang semakin kompleks, diplomasi kebudayaan menjadi salah satu bentuk soft power yang paling efektif,” kata Fadli dalam Malam Seni Indonesia-Maroko di Kompleks Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Selasa (28/7).
Menurut Fadli, kerja sama budaya tidak boleh berhenti pada pertunjukan seni. Pertukaran seniman, pelestarian warisan budaya, kolaborasi film dan musik, riset akademik, serta pengembangan industri budaya perlu ditindaklanjuti.
Fadli menilai hubungan Indonesia dan Maroko memiliki akar sejarah yang panjang. Pertukaran pengetahuan, tradisi, dan nilai budaya telah menghubungkan kedua bangsa sejak berabad-abad lalu.
Kolaborasi musik tradisional yang ditampilkan dalam acara tersebut, kata Fadli, menunjukkan dua kebudayaan dapat bertemu tanpa kehilangan identitas masing-masing. Musik Sufi dan Andalusia dari Maroko dipadukan dengan kekayaan musik etnik dan religi Nusantara.
Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Indonesia Redouane Houssaini mengatakan kebudayaan merupakan salah satu jembatan terkuat dalam hubungan antarbangsa. Pertemuan musisi kedua negara dinilai mencerminkan dialog dan persahabatan yang telah terbangun.
“Melalui pertunjukan budaya ini, kami berharap masyarakat Indonesia dapat mengenal sebagian dari jiwa dan warisan budaya Maroko, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas,” ujar Redouane.
Malam Seni Indonesia-Maroko menghadirkan pembacaan puisi karya Taufiq Ismail, penampilan grup musik Muara, serta Melodies of Al-Andalus. Acara ditutup dengan kolaborasi musisi Indonesia dan Maroko membawakan lagu tradisional kedua negara.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo, serta sejumlah pejabat Kementerian Kebudayaan.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
