JAKARTA – Bupati Pemalang Anom Widiyantoro menjadi kepala daerah ke-12 yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepanjang 2026. Belum diketahui terkait kasus apa politisi Partai Golkar itu diringkus Satgas KPK.
Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto saat dikonfirmasi wartawan, Rabu 29 Juli, membenarkan KPK menangkap Bupati Anom Widiyantoro pada Selasa 28 Juli. Namun, dia belum mengungkap dugaan tindak pidana yang menjerat Anom.
KPK juga belum menyampaikan jumlah orang yang ikut terjaring OTT maupun nominal uang tunai yang diamankan karena tim satgas masih bekerja di lapangan.
KPK selanjutnya akan membawa Anom ke gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, untuk menjalani pemeriksaan intensif. Lembaga antirasuah itu memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum Anom dan pihak lain yang ikut terjaring dalam OTT tersebut.
Sepanjang 2026, KPK telah menjerat 11 kepala daerah melalui OTT dengan dugaan tindak pidana yang beragam, mulai dari suap, pemerasan, hingga penerimaan gratifikasi. Dengan penangkapan Anom Widiyantoro, jumlah kepala daerah yang terjaring OTT KPK tahun ini bertambah menjadi 12 orang.
Daftar 12 Kepala Daerah yang terjaring OTT KPK Sepanjang 2026:
1. Wali Kota Madiun Maidi
2. Bupati Pati Sudewo
3. Bupati Pekalongan Fadia Arafiq
4. Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari
5. Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman
6. Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo
7. Bupati Muara Enim Edison
8. Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby
9. Bupati Langkat Syah Afandin
10. Bupati Sukoharjo Etik Suryani
11. Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini
12. Bupati Pemalang Anom Widiyantoro
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
