JAKARTA — Pemerintah akan mempercepat penataan sektor pertambangan untuk meningkatkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Langkah tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Selasa, 28 Juli.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan penataan pertambangan menjadi salah satu agenda yang dilaporkan kepada Presiden.
“Kami juga membahas tentang penataan pertambangan dalam rangka peningkatan PNBP,” kata Bahlil usai rapat.
Menurut Bahlil, Presiden memberikan sejumlah arahan terkait sektor energi dan pertambangan. Salah satu yang menjadi perhatian ialah memastikan ketersediaan bahan bakar minyak bagi nelayan agar aktivitas ekonomi mereka tidak terganggu.
“Bapak Presiden mengarahkan terkait BBM untuk nelayan yang harus kita perhatikan betul agar mereka bisa menjalankan usahanya,” ujarnya.
Bahlil belum menjelaskan bentuk penataan pertambangan yang akan dilakukan pemerintah. Ia juga tidak merinci sektor tambang yang menjadi prioritas maupun target tambahan PNBP yang ingin dicapai.
Dalam rapat yang sama, pemerintah juga membahas sejumlah agenda lain, mulai dari penyelesaian program listrik desa, percepatan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 gigawatt, hingga kondisi ketahanan energi nasional di tengah gejolak geopolitik Timur Tengah.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
