
JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan rehabilitasi SDN Kebayoran Lama Selatan 09 yang ambruk sejak November 2024 akan mulai dikerjakan paling lambat September 2026.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga membentuk tim investigasi dan inventarisasi untuk mengusut penyebab kerusakan bangunan sekaligus mencegah kasus serupa terulang di sekolah lain.
Pramono menyampaikan hal itu usai meninjau langsung kondisi SDN Kebayoran Lama Selatan 09. Sekolah tersebut menjadi sorotan setelah kondisi bangunannya viral di media sosial karena belum juga diperbaiki.
“Bangunan ini sebenarnya dibangun, renovasinya terakhir tahun 2011. Tadi kalau melihat kerangkanya kelihatan dengan gampang bahwa ada yang masih utuh, ada yang berkarat yang kemudian menyebabkan kerusakan yang ada,” kata Pramono di lokasi, Jumat, 24 Juli.
Pemprov DKI pun mempercepat proses rehabilitasi dengan menggabungkan sumber pendanaan dari koefisien lantai bangunan (KLB) dan APBD perubahan tahun anggaran 2026. Sebelum pembangunan dimulai, pemerintah akan menyelesaikan proses administrasi berupa penghapusbukuan aset dan penunjukan pelaksana proyek.
“Rehab ini akan dimulai paling lama adalah September. Paling lama September harus segera dimulai. Jadi Agustus persiapan penghapusbukuan, menunjuk pelaksana kontraktornya, dan bulan September sudah harus mulai dibangun di tempat ini,” ujarnya.
Pramono menyebut rehabilitasi sekolah tersebut dianggarkan sebesar Rp48,1 miliar. Pengerjaan ditargetkan berlangsung selama 10 bulan, sehingga bangunan belum dapat digunakan saat tahun ajaran baru 2027 dimulai.
“Targetnya di tempat ini 10 bulan. Jadi kalau 10 bulan dari September ya tinggal dihitung saja. Kalau tahun ajaran baru 2027, belum,” ucapnya.
Selain mempercepat rehabilitasi, Pramono meminta dibentuk tim investigasi dan inventarisasi untuk mengevaluasi kondisi bangunan sekolah serta sistem pengawasannya.
Menurut dia, proses pembangunan gedung pendidikan selama ini tidak sepenuhnya berada dalam ranah teknis Dinas Pendidikan sehingga perlu pengawasan dari dinas yang memiliki kompetensi di bidang konstruksi.
“Tim investigasi dan inventarisasi adalah melihat, seperti saya tadi melihat dengan gampang saja, kan tahu bahwa persoalan yang sebenarnya kerangkanya itu tidak dipersiapkan secara proper pada waktu itu, di tahun 2011 dulu. Dan itulah yang saya minta untuk tidak diulangi kembali,” tegas Pramono.
“Maka dengan demikian harus ada pengawas untuk itu. Dan pengawasnya saya minta bukan dari Dinas Pendidikan. Dinas Pendidikan ini kan pemakainya. Pengawasnya tentunya dari dinas yang lain yang terkait,” lanjutnya.
Ia menegaskan pembentukan tim tersebut bukan hanya untuk mengusut penyebab kerusakan di SDN Kebayoran Lama Selatan 09, tetapi juga menginventarisasi kondisi bangunan sekolah lain agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.
“Nah, untuk melakukan ini, karena saya tidak mau ini terulang kembali, maka akan ada tim pengawas dan tim inventarisasi supaya tidak terjadi kembali seperti yang sekarang ini terjadi,” imbuh dia.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
