Uni Eropa Ingin Meningkatkan Kemitraan dan Investasi di Suriah


JAKARTA – Uni Eropa (UE) berupaya mempererat hubungan dengan Damaskus dan meningkatkan investasi di Suriah, kata Kepala Kebijakan Luar Negeri UE, Kaja Kallas pada Hari Selasa.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Suriah Asaad al-Shaibani di Istana Tishreen, Damaskus, saat ia melakukan kunjungan ke Suriah.

“Kami bertujuan untuk memobilisasi lebih banyak investasi dan meningkatkan taraf kemitraan kami,” ujar Kallas, seraya mencatat transisi Suriah “sangat penting” bagi blok tersebut, melansir Anadolu (30/9).

“Uni Eropa menggunakan perangkat politik dan ekonominya untuk membantu Suriah menempuh jalur transisi yang inklusif dan damai,” tandasnya.

Lebih jauh Kallas mengatakan, ia mengusulkan diadakannya pembicaraan teknis tahun ini mengenai isu-isu politik dan keamanan, pemulihan, serta rekonstruksi, yang akan diikuti oleh dialog politik tingkat tinggi sebelum musim panas mendatang.

Ia menyebutkan, UE menyediakan dana sebesar 620 juta euro untuk pemulihan, kebutuhan kemanusiaan, dan pembangunan institusi, serta 51,5 juta euro untuk upaya terkait, termasuk pembersihan ranjau.

Kallas menegaskan, pembangunan kembali Suriah membutuhkan keamanan, aturan yang jelas, institusi yang berfungsi dengan baik, dan investasi, seraya menambahkan bahwa UE siap membantu memperkuat institusi-institusi Suriah.

Diskusi di Damaskus pada Hari Selasa itu juga membahas isu-isu regional yang lebih luas, tambahnya.

Kunjungan Kallas ke Damaskus dilakukan beberapa hari setelah ia bertemu dengan al-Shaibani di New York di sela-sela sidang ke-81 Majelis Umum PBB, sebagai bagian dari rangkaian pertemuan yang dilakukan Menteri Luar Negeri Suriah tersebut dengan para pejabat internasional.

Uni Eropa baru-baru ini memperluas kehadiran diplomatiknya di Suriah dan menempatkan duta besar di Damaskus setelah sempat absen selama 14 tahun.

Hubungan antara kedua belah pihak telah mengalami perubahan positif sejak jatuhnya rezim Bashar al-Assad pada Desember 2024, termasuk peningkatan keterlibatan politik dan pencabutan sanksi ekonomi UE terhadap Suriah pada Mei 2025.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *