BOGOR – Presiden Prabowo Subianto meminta Polri tidak cepat berpuas diri meski berhasil membongkar ribuan kasus narkotika, memberantas judi online, dan menjaga Indonesia bebas dari aksi terorisme dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, tantangan terbesar justru belum selesai karena rakyat masih dibayangi kemiskinan yang dipicu korupsi dan berbagai praktik ekonomi ilegal.
Pesan itu disampaikan Prabowo saat memimpin upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Pusat Latihan Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Rabu (1/7).
Presiden mengapresiasi keberhasilan Polri bersama kementerian dan lembaga lain mengungkap ribuan kasus narkotika, memberantas judi online, serta mempertahankan nihil insiden terorisme.
Namun, apresiasi itu diikuti peringatan keras.
“Jangan kita lengah. Jangan pernah cepat puas. Tantangan masih besar,” kata Prabowo.
Ia menilai persoalan terbesar bangsa belum selesai karena jutaan rakyat masih hidup dalam kemiskinan. Menurut Prabowo, kondisi itu tidak berdiri sendiri, tetapi berkaitan erat dengan praktik korupsi, penyelundupan, dan berbagai aktivitas ekonomi ilegal yang menggerus hak masyarakat.
“Rakyat kita masih menderita kemiskinan dan kemiskinan ini adalah akibat langsung dari korupsi, dari penyelundupan, dan dari kegiatan-kegiatan ekonomi ilegal,” ujarnya.
Karena itu, Presiden meminta Polri terus meningkatkan kemampuan menghadapi kejahatan yang semakin kompleks, mulai dari narkotika, perdagangan orang, kejahatan siber, hingga praktik white collar crime yang merugikan negara.
Prabowo menegaskan keberhasilan penegakan hukum bukan hanya diukur dari banyaknya kasus yang diungkap, tetapi juga dari kemampuan negara melindungi rakyat dan mempersempit ruang bagi kejahatan yang menghambat kesejahteraan masyarakat.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
