Inggris Anggap “Jijik” Syahwat Menteri Israel Ingin Bakar Seluruh Lebanon


JAKARTA – Menteri Luar Negeri (Menlu) Inggris Yvette Cooper mengecam pernyataan kontroversial Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir yang syahwat ingin membakar seluruh Lebanon.

Cooper menilai pernyataan menteri ekstrimis sayap kanan Yahudi tersebut menjijikkan.

“Menyerukan “seluruh Lebanon terbakar” adalah pernyataan mengerikan dan menjijikkan dari seorang Menteri Israel yang telah dikenai sanksi oleh Pemerintah Inggris,” kata Yvette dalam aku X-nya, dikutip Times of Israel, Sabtu 20 Juni.

Pernyataan Ben-Gvir itu jelang akhir pekan ini, merupakan tanggapan atas tewasnya empat tentara Israel di Lebanon.

Di satu sisi, per 7 Juni menurut Anadolu, sebanyak 3.550 orang tewas, lebih dari 10.800 orang terluka, dan 1,2 juta orang telah mengungsi, akibat invasi darat Israel ke Lebanon mulai 2 Maret 2026.

“Kami menyerukan kepada Israel dan Hizbullah untuk mematuhi gencatan senjata yang telah disepakati, dan memastikan bahwa semua warga sipil dilindungi,” sambung Yvette.

Menlu Iran Abbas Araghchi ikut mengomentari pernyataan kontroversial Ben-Gvir dalam akun X-nya.

“Bukanlah ocehan seorang fanatik genosida yang sembarangan” tetapi “sebuah unggahan publik oleh menteri keamanan nasional rezim Israel. Kelompok fanatik genosida yang bermarkas di Tel Aviv merupakan ancaman bagi seluruh umat manusia. Kelompok ini mengancam semua manusia. Satu-satunya kepentingannya adalah perang abadi,” tulis Araghchi dalam akun X-nya.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, tak lama setelah pernyataan Ben-Gvirm, mengancam penduduk Lebanon selatan yang dipindahkan secara paksa tidak akan pernah diizinkan untuk kembali ke rumah mereka.

“200.000 penduduk yang tinggal di zona keamanan tidak akan kembali. Tidak seorang pun dari mereka akan kembali,” ujar Katz.

Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich senada dengan rekannya sesama menteri zionis menyerukan “pembukaan gerbang neraka” di Lebanon. Hal itu mengulangi perkataannya pada Maret 2025 mengenai Gaza.

Adapun pernyataan Ben-Gvir usai tewasnya empat tentara Israel sebagai berikut: “Untuk setiap air mata seorang ibu Israel, seribu ibu Lebanon harus menangis. Seluruh Lebanon harus terbakar! Dengan segala hormat kepada Amerika, Israel harus menjelaskan kepada seluruh dunia bahwa darah putra-putra kami dan keamanan warga negara kami tidak akan dikorbankan.”

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *