Amran Klaim Beras Tak Lagi Jadi Pemicu Inflasi, Bulog Kini Sewa Gudang Tambahan



JAKARTA — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengklaim beras tidak lagi menjadi penyumbang utama inflasi nasional. Di saat yang sama, stok beras pemerintah disebut telah melampaui kapasitas penyimpanan Bulog.

Pernyataan itu disampaikan Amran usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 18 Juni.

Menurut Amran, stok beras nasional saat ini mencapai sekitar 5,2 juta ton. Jumlah tersebut lebih besar dibanding kapasitas gudang Bulog yang hanya sekitar 3 juta ton.

Akibatnya, Bulog harus menyewa gudang tambahan untuk menampung sekitar 2,2 juta ton beras.

“Kalau belum yakin, silakan ke gudang Bulog seluruh Indonesia,” kata Amran.

Ia juga menegaskan pemerintah tidak menerbitkan izin impor beras medium sepanjang 2025.

Menurut Amran, kondisi tersebut menunjukkan pasokan beras nasional berada dalam posisi yang relatif aman.

Amran mengatakan pemerintah saat ini memiliki stok beras sekitar 5,2 juta ton. Selain itu terdapat standing crop atau tanaman yang masih berada di lahan dengan estimasi produksi 10 juta hingga 11 juta ton.

Cadangan beras yang berada di rumah tangga, hotel, dan restoran juga diperkirakan mencapai 12,5 juta ton.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah memperkirakan kebutuhan pangan nasional masih dapat terpenuhi hingga sekitar 10 bulan ke depan.

Amran juga menepis anggapan swasembada berarti tidak boleh ada impor sama sekali.

Menurut Amran, berdasarkan standar Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), suatu negara masih dapat disebut swasembada meski melakukan impor dalam batas tertentu.

Saat ini, kebutuhan komoditas yang masih bergantung pada impor seperti bawang putih, kedelai, dan daging hanya sekitar 3,5 juta ton. Sementara total produksi pangan nasional mencapai sekitar 73 juta ton.

Selain itu, Amran menyebut beras tidak lagi menjadi penyumbang utama inflasi selama dua tahun berturut-turut.

“Ini disampaikan oleh Pak Mendagri,” ujarnya.

Pemerintah juga mengaku telah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi El Nino melalui pembangunan embung, sumur dalam, irigasi pompa, pompanisasi, optimalisasi lahan rawa, dan program cetak sawah.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *