Mainkan Harga, Izin Impor Tahun Depan Dicabut



JAKARTA — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melontarkan peringatan keras kepada importir kedelai. Di tengah gejolak global akibat konflik Iran, Israel, dan Amerika Serikat, pemerintah tidak akan mentoleransi kenaikan harga yang dinilai berlebihan.

Amran bahkan menegaskan izin impor bisa dicabut jika ada pelaku usaha yang memanfaatkan situasi untuk meraup keuntungan berlebih.

Peringatan itu disampaikan Amran usai melaporkan perkembangan sektor pertanian kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 18 Juni.

“Kami janji, kalau ada yang menaikkan semena-mena, saya pastikan izin impornya tidak keluar untuk tahun berikutnya. Dan itu kami yang tanggung jawab,” kata Amran.

Menurut Amran, konflik geopolitik di Timur Tengah pasti membawa dampak terhadap perdagangan global. Namun pemerintah meminta pelaku usaha tetap menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di dalam negeri.

Amran mengaku telah menyampaikan langsung kepada para importir agar tidak mengambil keuntungan berlebihan dari komoditas yang masih bergantung pada pasokan luar negeri.

“Kami minta kepada pengusaha, jangan mengambil keuntungan berlebihan. Tolong ada rasa empati, ada rasa peduli pada saudara-saudara kita,” ujarnya.

Ia menegaskan selama ini pemerintah tidak mempersulit proses impor kedelai. Karena itu, pelaku usaha juga diminta menjaga keseimbangan antara keuntungan bisnis dan kepentingan masyarakat.

Di sisi lain, Amran menyebut kondisi sektor pertanian nasional justru menunjukkan tren positif. Nilai ekspor pertanian meningkat hingga Rp166 triliun, sementara impor turun Rp41 triliun.

Penurunan impor terutama terjadi karena Indonesia tidak lagi mengimpor beras.

“Pangan harus tersedia dan masyarakat harus tenang,” kata Amran.

Komoditas kedelai menjadi salah satu perhatian pemerintah karena masih termasuk tiga komoditas pangan yang belum sepenuhnya swasembada, bersama bawang putih dan daging.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *