JAKARTA – Merencanakan perjalanan bukan lagi sekadar menentukan destinasi atau berburu tiket dengan harga terbaik.
Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat dan tren wisata ke berbagai negara, wisatawan kini semakin menyadari pentingnya mempersiapkan perjalanan secara menyeluruh, termasuk mengantisipasi berbagai risiko yang bisa terjadi selama bepergian.
Mulai dari keterlambatan penerbangan, kehilangan bagasi, kondisi darurat medis, hingga perubahan rencana perjalanan yang mendadak, berbagai situasi tak terduga dapat memengaruhi pengalaman liburan.
Maka dari itu, perlindungan perjalanan menjadi salah satu aspek yang mulai dipertimbangkan banyak pelancong modern untuk membantu memberikan rasa aman selama berada jauh dari rumah.
Namun, bagi sebagian masyarakat Indonesia, memilih produk asuransi perjalanan masih dianggap rumit. Banyak calon pengguna merasa kesulitan memahami berbagai manfaat yang ditawarkan, membandingkan paket yang tersedia, hingga menentukan perlindungan yang paling sesuai dengan kebutuhan perjalanan mereka.
Seiring perkembangan teknologi, tantangan tersebut mulai dijawab melalui pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang dirancang untuk membuat proses pembelian asuransi menjadi lebih sederhana dan mudah dipahami.
Salah satu inovasi terbaru hadir dari Igloo melalui peluncuran Igi (AI Travel Insurance Guardian), asisten AI asuransi perjalanan yang tersedia di platform konsumen perusahaan tersebut.
Teknologi ini dirancang untuk mendampingi calon pelanggan sepanjang proses pembelian, mulai dari mencari informasi, memilih destinasi, membandingkan paket perlindungan, hingga menyelesaikan pembayaran dan menerima polis dalam satu percakapan yang terintegrasi.
Berbeda dengan chatbot yang umumnya hanya menjawab pertanyaan dasar atau membantu layanan purnajual, Igi berfungsi sebagai agen penjualan berbasis AI yang mampu menangani seluruh proses pembelian secara langsung.
Pengguna dapat memperoleh rekomendasi yang disesuaikan dengan profil perjalanan mereka tanpa harus berpindah-pindah halaman atau mencari informasi secara mandiri.
Apabila diperlukan penanganan lebih lanjut oleh manusia, sistem juga dapat menghubungkan pengguna dengan tim telesales melalui WhatsApp. Pendekatan ini menghadirkan kombinasi antara kenyamanan teknologi dan dukungan personal yang tetap tersedia saat dibutuhkan.
Peluncuran Igi menjadi bagian dari transformasi platform konsumen Igloo yang kini mengarah pada pengalaman asuransi berbasis AI. Sebelumnya, perusahaan telah memanfaatkan teknologi AI di berbagai aspek operasional, mulai dari rekomendasi produk, pemrosesan klaim, deteksi potensi kecurangan, hingga dukungan penjualan.
Hasil awal yang diperoleh menunjukkan respons positif dari pengguna. Sejak diperkenalkan pada awal Mei 2026, tingkat penyelesaian pembelian asuransi perjalanan oleh pengguna yang berinteraksi dengan Igi tercatat 44 persen lebih tinggi dibandingkan pengguna yang hanya menggunakan situs web.
Sementara itu, pada tahap pembayaran, tingkat konversi pengguna yang memanfaatkan pengalaman hibrida antara AI dan antarmuka web mencapai 1,7 kali lebih tinggi dibandingkan proses pembelian konvensional.
Temuan tersebut menunjukkan banyak konsumen merasa lebih percaya diri saat mengambil keputusan pembelian ketika mendapatkan panduan yang lebih personal dan interaktif.
“Setahun terakhir kami habiskan untuk mematangkan strategi dan infrastruktur AI-native kami. Igi membawa infrastruktur yang sama ke hadapan konsumen. Igi mendampingi pelanggan, memahami kebutuhan perjalanan mereka, merekomendasikan paket yang paling sesuai, dan menyelesaikan pembelian, kapan saja, dalam hitungan menit,” ujar Raunak Mehta, Co-Founder dan CEO Igloo.
“Di pasar di mana sebagian besar penduduk belum pernah membeli produk asuransi, menghilangkan kerumitan dalam proses pembelian adalah langkah awal untuk menutup kesenjangan perlindungan. Indonesia adalah tempat kami membuktikan hal tersebut.” lanjutnya.
Kehadiran solusi seperti ini menjadi relevan mengingat tingkat penetrasi asuransi di Indonesia masih tergolong rendah, yakni sekitar 2,7 persen. Padahal, aktivitas perjalanan masyarakat terus meningkat seiring pulihnya sektor pariwisata pascapandemi.
Bagi wisatawan modern yang mengutamakan kenyamanan dan keamanan selama bepergian, kemudahan dalam mengakses perlindungan perjalanan menjadi faktor penting.
Tidak hanya membantu memahami pilihan produk yang tersedia, teknologi berbasis AI juga berpotensi membuat pengalaman membeli asuransi terasa lebih sederhana, cepat, dan sesuai kebutuhan masing-masing individu.
Kedepannya, Igloo berencana memperluas layanan Igi ke platform WhatsApp agar dapat diakses langsung melalui aplikasi yang sudah akrab digunakan masyarakat sehari-hari.
Kemampuan penjualan berbasis percakapan yang sama juga akan diterapkan pada produk lain, termasuk asuransi kendaraan bermotor dan kecelakaan diri.
Melalui pemanfaatan kecerdasan buatan, transformasi ini diharapkan dapat membantu memperluas akses masyarakat terhadap perlindungan asuransi sekaligus menghadirkan pengalaman yang lebih inklusif, mudah dipahami, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan di era digital.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
