Mentan Amran Ancam Cabut Izin Importir Kedelai Jika Naikkan Harga Tidak Wajar


JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah akan bertindak tegas terhadap importir kedelai yang menaikkan harga secara tidak wajar di tengah penguatan dolar Amerika Serikat (AS).

Pernyataan tersebut menanggapi lonjakan harga kedelai yang berdampak pada pengrajin tahu dan tempe.

Kenaikan harga ini dipicu melemahkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Apalagi lebih dari 90 persen kebutuhan kedelai nasional bergantung dengan impor.

Amran mengaku telah memanggil seluruh importir kedelai dan memperingatkan agar tidak memanfaatkan situasi ini untuk mengambil keuntungan berlebihan.

“Kami sudah beri tahu semua importir kedelai, kalau kamu naik semena-mena, izinmu saya cabut,” katanya kepada wartawan ditulis Rabu, 20 Mei.

Amran memastikan pemerintah akan menjaga agar harga kedelai tetap terkendali sehingga harga tahu dan tempe tidak melonjak tajam, meski kurs dolar sedang menguat.

Selain itu, Amran juga menyinggung masih adanya praktik mafia pangan yang dinilai turut memicu lonjakan harga sejumlah komoditas di Indonesia.

Contohnya, sambung Amran, kenaikan harga minyak goreng yang dinilai tidak seharusnya terjadi mengingat Indonesia merupakan produsen sawit terbesar di dunia.

“Minyak goreng saja bisa naik, padahal kita eksportir terbesar dunia. Karena itu satgas sudah saya minta turun untuk menindak,” katanya.





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *