Susu Formula Anak Tak Lagi Dinilai dari Gizi Saja, Komposisi Susu Ikut Disorot


JAKARTA – Kebutuhan gizi anak menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan sejak usia dini karena berpengaruh besar terhadap proses tumbuh kembang.

Setiap fase pertumbuhan membutuhkan asupan gizi yang berbeda, karena itu orang tua perlu memastikan anak memperoleh asupan bergizi seimbang sesuai tahapan usianya agar tumbuh kembang dapat berlangsung optimal.

Mengacu pada Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2019 dari Kementerian Kesehatan RI, pemenuhan gizi anak dimulai melalui pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan.

Setelah itu, kebutuhan nutrisi anak dilanjutkan melalui pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang mampu memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi yang terus meningkat seiring pertumbuhan.

ASI dikenal memiliki berbagai kandungan penting yang mendukung perkembangan bayi. Namun, dalam kondisi tertentu, tidak semua ibu dapat memberikan ASI secara optimal karena berbagai faktor, baik kesehatan maupun kondisi lainnya.

Dalam situasi seperti ini, alternatif nutrisi seperti susu formula dapat diberikan sesuai rekomendasi tenaga kesehatan dan kebutuhan anak.

Kini, pembahasan mengenai nutrisi anak tidak lagi hanya berfokus pada tambahan kandungan gizi, tetapi juga mulai menyoroti kualitas bahan baku, sumber susu, serta proses pengolahan yang digunakan dalam produk nutrisi anak.

Guru Besar Ilmu Gizi IPB University, Prof. Dr. Rimbawan, mengatakan bahwa pemenuhan gizi anak perlu memperhatikan kualitas asupan sesuai tahapan pertumbuhan.

“Setiap fase pertumbuhan memiliki kebutuhan gizi yang berbeda. Karena itu, yang penting bukan hanya jumlah asupan, tetapi juga kualitas, keseimbangan, dan konsistensi pemberian zat gizi sejak dini sesuai Pedoman Gizi Seimbang,” ujar Prof. Dr. Rimbawan.

Perkembangan inovasi nutrisi anak di berbagai negara juga mendorong meningkatnya perhatian terhadap kualitas susu sebagai bahan baku utama. Salah satu aspek yang mulai banyak diperhatikan adalah profil lemak susu dan pengaruhnya terhadap kenyamanan sistem pencernaan anak.

Di Australia dan Selandia Baru, misalnya, Food Standards Australia New Zealand (FSANZ) menetapkan standar khusus terkait formula bayi, mulai dari sumber protein, komposisi zat gizi, hingga aturan pelabelan produk.

Hal ini menunjukkan bahwa kualitas bahan baku dan formulasi menjadi bagian penting dalam pengawasan produk nutrisi anak. Tren serupa juga berkembang di sejumlah negara lain, termasuk Tiongkok, yang mulai menaruh perhatian pada transparansi sumber susu dan karakteristik bahan baku dalam pengembangan produk.

Prof. Dr. Rimbawan menambahkan kualitas sumber nutrisi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung masa pertumbuhan anak.

:Dalam perspektif gizi, kualitas sumber nutrisi menjadi aspek yang perlu diperhatikan. Susu segar sebagai bahan baku utama secara alami mengandung protein, lemak, kalsium, fosfor, dan vitamin B2 yang berperan dalam membantu pemenuhan gizi anak usia di atas satu tahun sesuai tahap tumbuh kembangnya,” tambahnya.

Selama ini, susu sapi dikenal sebagai salah satu sumber nutrisi penting bagi anak. Namun, seiring berkembangnya ilmu pangan dan gizi, perhatian terhadap susu kini tidak hanya terbatas sebagai bahan baku umum, tetapi juga pada kualitas sumber susu dan karakter kandungan gizinya dalam mendukung inovasi produk nutrisi anak.

Hadirnya inovasi susu formula berbahan dasar susu segar diharapkan dapat memperluas pemahaman orang tua mengenai pentingnya kualitas nutrisi anak.





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *