JAKARTA – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Rusia telah dua kali mencoba menargetkan pesawat kepresidenannya menggunakan pesawat nirawak (drone) dalam beberapa pekan terakhir saat ia sedang melakukan perjalanan melalui Moldova.
“Pesawat kepresidenan saya berada di Moldova, dan itulah sebabnya mereka menyerang Moldova. Saat kami kembali ke tanah air, lagi-lagi melalui Chisinau, mereka melakukan hal yang sama,” ujar Zelensky dalam wawancara dengan CBS News, dikutip dari Anadolu (16/9).
Presiden Zelensky merujuk pada insiden drone di wilayah udara Moldova selama dua perjalanan yang dilakukannya baru-baru ini melalui Chisinau.
Kendati demikian, Ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai dugaan upaya penargetan pesawatnya tersebut.
Pada tanggal 9 September, Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Store mengatakan Pesawat Presiden Zelensky “hampir” terkena drone saat lepas landas dari Moldova dalam perjalanan menuju Oslo, tempat Presiden Ukraina itu hendak menghadiri pemakaman Raja Harald V dari Norwegia.
Namun, PM Store tidak memberikan rincian lebih jauh mengenai insiden tersebut.
Otoritas Moldova kemudian menyatakan wilayah udara negara itu sempat ditutup sementara setelah sebuah drone memasuki wilayah udara mereka, yang menyebabkan penundaan sejumlah penerbangan.
Pada saat itu, pesawat Presiden Zelensky sedang berada di darat. Drone tersebut kemudian jatuh sekitar 160 kilometer dari Bandara Internasional Chisinau; setelah itu, pembatasan dicabut dan pesawat Presiden Zelensky pun lepas landas.
Sebuah sumber di Kepresidenan Ukraina menyebut klaim bahwa Presiden Zelenskyy berada dalam bahaya sebagai sesuatu yang “berlebihan”.
Presiden Zelensky mengatakan kepada CBS News, satu atau dua drone juga memasuki wilayah udara Moldova saat perjalanan pulangnya ke Ukraina beberapa hari kemudian.
CBS menyebutkan bahwa insiden kedua ini sebelumnya belum pernah dilaporkan.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
