PB ESI Perkuat Pembinaan Atlet dan Ekosistem Esport Nasional



JAKARTA – Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI) diharapkan harus bisa fokus pada penguatan pembinaan atlet, tata kelola organisasi, serta pengembangan industri esports nasional.

Hal itu disampaikan Ketua Umum PBESI Herinda dalam acara pelantikan kepengurusan baru periode 2026 – 2030 di Hallf Pati Unus, Jakarta Selatan, Kamis, 15 Oktober 2026.

Acara tersebut juga turut dihadiri Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman, serta Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad.

Ia mengatakan, pengembangan esports membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, organisasi olahraga, industri kreatif, serta pelaku ekosistem digital.

“Esports bukan lagi urusan satu organisasi, tetapi kolaborasi bersama pemerintah, dunia olahraga, industri kreatif, dan ekosistem digital bangsa,” kata Herindra, Kamis, 15 Oktober 2026.

Ia memandang, Indonesia memiliki potensi besar untuk melahirkan atlet esports berprestasi, terutama dengan besarnya jumlah generasi muda yang tumbuh bersama perkembangan teknologi digital.

Menurut Herindra, PB ESI akan memperkuat jalur pembinaan atlet secara berjenjang, termasuk melalui pemusatan latihan nasional (pelatnas) berkelanjutan dan penerapan ilmu pengetahuan olahraga atau sport science.

Selain itu, PB ESI akan mendorong perlindungan atlet melalui regulasi dan kontrak yang jelas, serta menjaga integritas kompetisi dari praktik perjudian dan kecurangan.

“Kita harus memperkuat daya dukung infrastruktur esports Indonesia melalui jalur prestasi yang jelas dan pelatnas berkelanjutan, pembinaan berbasis sport science, perlindungan regulasi dan kontrak atlet, hingga menjaga integritas dari perjudian dan kecurangan,” ujarnya.

Herindra juga mengajak kementerian terkait untuk mendukung kemudahan perizinan dan akses jaringan guna menciptakan ekosistem yang mendukung perkembangan talenta lokal.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman mengapresiasi pencapaian atlet esports Indonesia di berbagai kompetisi internasional. Ia juga mendorong penyelenggara kompetisi untuk memberikan ruang lebih besar bagi gim buatan dalam negeri.

“Saya menitipkan untuk memberi ruang kepada event esports produk anak bangsa sendiri agar industri kita semakin jaya,” kata Marciano.

Marciano turut mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap praktik perjudian daring agar esports tetap menjadi cabang olahraga yang mendapat kepercayaan masyarakat, termasuk para orang tua.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menegaskan pemerintah mendukung pembinaan atlet dalam jangka panjang. Menurut dia, olahraga tidak hanya berperan dalam meningkatkan prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi membangun citra Indonesia dan menggerakkan perekonomian nasional.

“Bapak Presiden melihat olahraga ini sebagai alat penting national branding sekaligus pengembangan ekonomi nasional. Potensi kita luar biasa dengan 154 juta gamers, dan Bapak Presiden berkomitmen bahwa pelatnas tidak lagi bersifat jangka pendek,” ujar Erick.

Ia menambahkan, pemerintah juga berupaya memperhatikan kesejahteraan atlet, termasuk rencana penyediaan dana pensiun atlet mulai tahun depan.

“Olahraga adalah investasi pembangunan bangsa, kesehatan masyarakat, serta perekonomian melalui sinergi sport tourism dan sport industry,” pungkasnya.

Dalam rangkaian acara tersebut, PB ESI juga menyerahkan penghargaan kepada atlet esports Indonesia yang meraih medali perak di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya. Penghargaan diberikan kepada tim Pokémon UNITE dan Mobile Legends: Bang Bang (MLBB).

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *