JAKARTA – Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional atau BPGMN akan menggabungkan perlindungan mangrove dengan pemanfaatan ekonomi bagi masyarakat, termasuk melalui perikanan dan pariwisata yang tidak merusak ekosistem.
Wakil Kepala BPGMN Sriyanto mengatakan kawasan mangrove memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan tanpa harus mengorbankan lingkungan.
“Begitu juga di mangrove. Ada ikan-ikan air tawar yang bisa dikembangkan,” kata Sriyanto usai dilantik Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 15 Oktober.
Ia menegaskan pengembangan ekonomi tidak boleh dilakukan melalui cara yang merusak mangrove.
“Kita jangan membuat tambak yang merusak mangrove, tetapi bagaimana ekosistem yang dikembangkan bisa mendukung pariwisata dan pengembangan perikanan yang aman,” ujarnya.
Menurut Sriyanto, masyarakat desa menjadi salah satu kunci keberhasilan pengelolaan mangrove dan gambut.
Karena itu, BPGMN ingin melibatkan warga sejak tahap perlindungan hingga pemanfaatan ekonomi.
Kepala BPGMN Prof. Satyawan Pudyatmoko mengatakan badan tersebut juga mendapat tugas melindungi mangrove, mengurangi deforestasi, serta memulihkan kawasan yang sudah rusak.
Pemulihan dilakukan pada ekosistem mangrove yang mengalami deforestasi maupun gambut yang pernah terbakar.
Menurut Satyawan, pengelolaan kedua ekosistem akan mendapat dukungan kelompok ahli dari berbagai bidang.
Sriyanto mengatakan pendekatan tersebut diarahkan agar manfaat ekonomi dan sosial dapat dirasakan langsung masyarakat yang tinggal di sekitar gambut dan mangrove.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
