Masih di Bayang-Bayang Penguatan Dolar AS


JAKARTA – Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS diprediksi masih bergerak volatil dengan kecenderungan melemah terbatas pada perdagangan Kamis, 15 Oktober 2026.

Pengamat memperkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran *Rp17.880 – Rp18.050 per Dolar AS* pada perdagangan Kamis, setelah sebelumnya ditutup menguat tipis di sekitar Rp17.884 per Dolar AS pada awal pekan ini berdasarkan kurs referensi JISDOR Bank Indonesia.

Sentimen Penekan:

1. Global – DXY Menguat: Indeks Dolar AS (DXY) masih bertahan di atas 99,4 dan berpotensi menembus 100. Pasar global tengah menanti rilis data inflasi AS (CPI) dan pidato pejabat The Fed yang memberi sinyal suku bunga tinggi lebih lama (higher for longer).

2. Domestik – Kebutuhan Dolar Korporasi: Memasuki pertengahan bulan, permintaan Dolar AS dari korporasi untuk pembayaran impor dan utang luar negeri meningkat, menekan Rupiah di pasar spot.

Proyeksi Teknikal:

– Support: Rp17.850 dan Rp17.800

– Resistance: Rp17.950 dan Rp18.020 – Rp18.050

ika mampu bertahan di bawah Rp17.950, Rupiah berpeluang menguat terbatas ke Rp17.850.

Analis memproyeksikan, Bank Indonesia akan terus melakukan intervensi di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan pembelian SBN untuk menjaga stabilitas.

Untuk transaksi di bank, kurs jual diperkirakan di kisaran Rp17.950 – Rp18.080, sementara kurs beli di Rp17.780 – Rp17.880.

Pelaku pasar disarankan mencermati rilis data cadangan devisa dan pergerakan harga minyak dunia yang masih menjadi penentu arah Rupiah pekan ini.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *