JAKARTA – Indonesia telah mengantisipasi fenomena Godzilla El Nino atau Super El Nino sejak 2024. Antisipasi tersebut dilakukan untuk menjaga ketahanan pangan di tengah ancaman cuaca panas ekstrem. Saat ini, stok beras nasional tercatat melimpah hingga lebih dari 4,5 juta ton, melampaui kapasitas gudang yang hanya sekitar 3 juta ton.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, persiapan telah dilakukan jauh hari untuk menghadapi fenomena tersebut. Menurutnya, melimpahnya stok beras nasional menjadi salah satu indikator kesiapan Indonesia menghadapi dampak El Nino.
“Kami sudah persiapkan 2 tahun sebelumnya mengantisipasi El Nino Godzilla. Stok kita banyak, masih melimpah, kenapa? kapasitas gudang hanya 3 juta, tetapi stok kita ada 4,5 juta ton,” kata Amran Rabu 14 Oktober.
Amran menyebut, pemerintah memastikan kondisi stok beras nasional saat ini dalam level aman hingga akhir tahun. Hal tersebut sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto agar swasembada pangan di dalam negeri tetap berkelanjutan.
“Aman (2026) tinggal 2 bulan. Di bawah pemerintahan Bapak Prabowo, swasembada tetap berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, stok beras nasional yang dikelola Perum Bulog dinyatakan cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan hingga akhir tahun.
Persediaan tersebut juga digunakan untuk mendukung penyaluran bantuan pangan berupa beras 10 kilogram bagi puluhan juta penerima manfaat yang berlanjut hingga akhir tahun.
Tingginya penyerapan gabah dan beras dari dalam negeri turut membuat kapasitas gudang pemerintah penuh. Untuk mengatasi kondisi tersebut, Bulog mengoptimalkan penggunaan gudang sewa tambahan di berbagai daerah.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
